Penjelasan Lengkap Apa Itu Label Halal dan Siapa Saja yang Harus Memilikinya

Sertifikasi Auditor Halal – Auditor halal merupakan posisi yang sangat penting dalam menentukan kehalalan produk. Kenapa seorang auditor halal harus disertifikasi terlebih dahulu?

Sistem perekonomian di sebuah negara tentu tidak akan maju tanpa adanya pengembangan produk yang berkualitas. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, kualitas sebuah produk juga ditentukan oleh kehalalannya.

Untuk bisa menentukan halal atau tidaknya sebuah produk, produsen membutuhkan seorang auditor halal. Sayangnya keberadaan auditor halal saat ini masih sangat sedikit. Karena itu dibutuhkan pelatihan auditor halal untuk bisa mencetak lebih banyak auditor untuk produk-produk halal di Indonesia.

Menurut undang-undang tentang Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 39 Tahun 2021 disebutkan bahwa auditor halal adalah orang yang memiliki kemampuan dalam melakukan pengecekan kehalalan sebuah produk.

Pengangkatan auditor halal sendiri dilakukan oleh LPH atau Lembaga Pemeriksa Halal.

Untuk bisa mengisi posisi ini, seseorang harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan itu bisa diperoleh dengan cara mengikuti pelatihan auditor halal.

Mengapa Seorang Auditor Halal Harus Mengikuti Sertifikasi?

Sama seperti tenaga profesional lain, posisi seorang auditor memerlukan kualifikasi tertentu. Auditor sendiri adalah orang yang memiliki tugas untuk memeriksa seluruh proses dan kegiatan operasional dalam sebuah lembaga atau perusahaan agar sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tujuannya adalah untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang bisa merugikan orang lain.

Seorang auditor keuangan misalnya, harus memahami bagaimana proses keuangan yang sehat dan sesuai standar. Auditor kemudian membandingkan standar tersebut dengan kondisi di lapangan. Jika ternyata ada ketidaksesuaian, maka perlu tindakan lanjutan untuk memperbaikinya.

Auditor halal dalam hal ini memiliki tugas untuk memeriksa produk sampai proses pembuatan untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum Islam di dalamnya.

Semua produk yang dianggap lolos auditing, berhak memperoleh sertifikat halal untuk mendukung bisnisnya. Ada beberapa alasan mengapa seorang auditor halal harus mengikuti sertifikasi.

1. Proses Penentuan Produk Halal Sangat Panjang

Menentukan kehalalan sebuah produk tidak hanya bisa dilihat dari satu proses saja. Bahan-bahan yang digunakan mungkin saja halal secara syariat. Tapi proses pembuatannya bisa menjadikan sebuah produk haram.

Prosedur yang panjang dan bermacam-macam ini perlu dipahami dengan baik oleh seorang auditor agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan semua pengetahuan itu bisa diperoleh lewat sertifikasi auditor halal.

2. Bisa Mengisi Posisi Auditor yang Masih Sangat Minim di Indonesia

Menurut Ketua Halal Institute Andy Soebijakto, jumlah auditor halal di Indonesia masih sangat terbatas. Idealnya di setiap kota ada setidaknya 1 Lembaga Pemeriksa Halal dengan 3 orang auditor di setiap LPH.

Dengan jumlah 500 kota dan kabupaten di Indonesia, seharusnya kita memiliki setidaknya 4.500 auditor halal. Dengan kebutuhan yang banyak, pemerintah masih kekurangan tenaga auditor halal.

Dengan mengikuti pelatihan, akan lebih banyak lagi tenaga auditor halal yang bisa dicetak. Semakin banyak auditor, semakin cepat pula proses sertifikasi halal di Indonesia.

Artinya, akan semakin banyak produk-produk berkualitas yang bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mayoritas penduduk muslim. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

3. Memberikan Keuntungan bagi Individu yang Mengikuti Pelatihan

Bagi Anda yang mengikuti pelatihan sebagai individu (bukan perwakilan lembaga atau perusahaan), ada beragam keuntungan yang bisa didapatkan. Selain memiliki keunggulan kompetensi dibanding yang tidak punya sertifikat, Anda juga berpotensi memperoleh upah yang lebih besar.

Apalagi saat ini jumlah auditor halal masih sangat sedikit sementara kebutuhan di lapangan sangat banyak.

Bagi Anda yang memiliki latar belakang ilmu yang sesuai (dengan produk-produk yang harus disertifikasi halal), ini menjadi kesempatan bagi Anda memperoleh pekerjaan. Kalau Anda sudah bekerja di sebuah perusahaan, sertifikat yang Anda miliki bisa menunjang karier profesional Anda.

Dengan menggunakan sertifikat yang Anda miliki, Anda juga bisa mendaftarkan diri menjadi auditor halal di BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Persyaratan dan langkah-langkahnya tertera lengkap di situs terkait.

Produk-produk Apa Saja yang Harus Disertifikasi oleh Seorang Auditor Halal?

Mengapa-Pelatihan-dan-Sertifikasi-Auditor-Halal-Itu-Penting
Mengecek Sertifikasi Halal di Sebuah Produk

Dalam pelatihan auditor halal, seorang calon auditor akan dibekali dengan cara mengaudit berbagai jenis produk yang beredar di pasaran. Berdasarkan data Kementerian Koperasi per 2020, ada sekitar 4,6 juta produk yang terdaftar dan semuanya harus selesai disertifikasi dalam waktu 5 tahun.

Artinya ada 920 ribu produk yang harus diperiksa kehalalannya per tahun.

Secara umum, ada beberapa kategori produk yang harus disertifikasi halal oleh MUI. Semua produk ini harus diteliti dengan baik bahan hingga prosesnya untuk diketahui kehalalannya. Produk-produk tersebut antara lain adalah:

1. Kategori Barang

Kategori barang termasuk makanan, minuman, obat-obatan, produk kimiawi, produk rekayasa genetika, produk biologi serta barang gunaan lain yang dimanfaatkan untuk konsumsi.

2. Kategori Jasa

Selain produk berupa barang, jasa juga perlu diaudit terkait proses pelaksanaannya. Beberapa produk jasa yang harus disertifikasi halal seperti layanan usaha penyembelihan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, distribusi sampai penjualan.

Di Mana Anda Bisa Mendaftarkan Diri untuk Sertifikasi Auditor Halal?

Berdasarkan Undang-undang No. 33 Tahun 2014 mengenai Jaminan Produk Halal disebutkan bahwa lembaga yang bertanggung jawab atau bertugas menyediakan tenaga auditor halal adalah Kementerian Agama yang dilakukan lewat BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).

Selama ini, lembaga yang kerap melakukan sertifikasi adalah LPPOM MUI.

Dengan kebutuhan yang semakin tinggi akan tenaga auditor halal bersertifikasi, Mutu Institute membuka kesempatan bagi Anda yang ingin ikut serta dalam program sertifikasi. Bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan akademis dan memenuhi kelengkapan dokumen yang diminta bisa mengikuti sertifikasi.

Dalam program sertifikasi, semua peserta akan diberi beragam materi penting seputar produk halal.

Mulai dari penjelasan tentang konsep halal dan haram dalam Islam, Pengantar Sistem Jaminan Halal, etika seorang auditor halal sampai praktek audit di lapangan. Semua materi dirangkum secara komprehensif agar bisa menjadi bekal bagi auditor untuk terjun langsung ke lapangan.

Mengapa Memilih Mutu Institute?

Mutu Institute bukanlah nama asing dalam bidang pelatihan, sertifikasi dan jasa pendidikan. Sebagai merek dagang milik PT Forestcitra Sejahtera, Mutu Institute telah terjun ke dunia pelatihan sejak tahun 1995 dengan membuka beragam pilihan program.

Memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), Mutu Institute menyediakan program pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi informasi, K3, sustainability, sertifikasi ISO dan tentu saja sertifikasi auditor halal.

Semua program pelatihan dilakukan oleh tenaga pelatih dan trainer yang berpengalaman dan memiliki kompetensi mumpuni di bidangnya.

Dengan membuka pelatihan auditor halal, Mutu Institute berharap bisa membantu mencetak lebih banyak auditor halal di Indonesia yang saat ini jumlahnya masih sangat minim. Dengan begitu, proses sertifikasi yang selama ini sempat tersendat karena kekurangan tenaga, bisa segera teratasi.

Tertarik menjadi auditor halal bersama Mutu Institute? Daftarkan diri Anda sekarang juga dan rasakan sendiri keuntungannya.

Jika Anda seorang yang menyukai tantangan dan ingin menjadi auditor halal, Mutu Institute menjadi tempat yang tepat bagi pelatihan Anda. Tunggu apalagi? Segera hubungi Mutu Institute melalui info@mutuinstitute.com atau 0819-1880-0007.

Baca juga: