Dapatkah-Produk-Halal-Indonesia-Digunakan-di-Seluruh-Dunia

Sertifikat halal berlaku selama beberapa tahun sesuai dengan ketetapan undang-undang. Kalau sudah kedaluwarsa, apakah perlu diperbarui?

Selain cara mendapatkan sertifikat halal, perlu diketahui bahwa sertifikat halal berlaku selama jangka waktu tertentu yang sudah ditetapkan dalam undang-undang.

Selama belum kedaluwarsa, pemilik usaha masih boleh menggunakan logo halal MUI pada produk mereka. Namun jika tidak, logo maupun sertifikat hanya boleh digunakan setelah perusahaan melakukan perpanjangan.

Awalnya, sertifikat halal berlaku selama 2 tahun saja. Namun melalui Ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdasarkan Nomor Kep-49/DHN-MUI/V/2021, terjadi perubahan masa berlaku sertifikat halal menjadi 4 tahun.

Langkah ini disambut baik oleh Lembaga Advokasi Halal Indonesia karena dianggap memudahkan para pengusaha yang ingin tetap menggunakan logo halal untuk produknya.

Menurut Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam dalam webinar program terbaru LPPOM MUI yang dilaksanakan secara virtual yang dilaksanakan dari Jakarta, sertifikat halal bisa digunakan selama 4 tahun dihitung dari tahun penerbitan oleh BPJPH dengan syarat tidak ada perubahan dalam komposisi bahan.

Jika ada bahan yang berubah, maka auditor wajib melaporkannya terlebih dahulu.

Karena adanya perubahan ini, Asrorun Niam mengimbau kepada pengusaha yang memiliki sertifikat halal sejak 17 Oktober 2019 untuk segera melapor. Tujuannya adalah agar masa berlaku sertifikatnya bisa dikonversi sesuai dengan aturan yang baru.

Apakah Sertifikat Halal Harus Diperbarui?

Kasus tentang ditemukannya sertifikat kedaluwarsa sudah sering terjadi. Namun LPPOM MUI tidak bisa memberikan sanksi kepada produsen yang sertifikat halalnya sudah tidak berlaku. Ini dikarenakan sifat sertifikat halal adalah sukarela, bukan kewajiban.

Karena sifatnya tidak wajib, maka tidak ada hukuman yang bisa diberikan.

Sampai saat ini belum ada undang-undang yang mengatur tentang kewajiban memperpanjang sertifikat halal. Jadi semuanya menjadi hak mutlak produsen untuk memperpanjangnya atau tidak.

Bagaimana Cara Memperbarui Sertifikat Halal?

Untuk memudahkan proses pengajuan penerbitan sertifikat halal maupun memperbarui sertifikat yang kedaluwarsa, LPPOM MUI sudah menyediakan aplikasi CEROL yang bisa diakses secara online.

Adapun langkah-langkah pembaruan sertifikat halal yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Buka aplikasi CEROL kemudian login. Dengan menggunakan akun yang sudah Anda miliki dari pendaftaran sebelumnya, silakan masuk ke aplikasi CEROL
  • Lakukan pendaftaran. Setelah masuk, lakukan registrasi dengan memilih opsi Renew (pembaruan). Menu Renew ini hanya akan muncul bagi Anda yang sudah pernah memiliki sertifikat halal sebelumnya
  • Melakukan pembayaran biaya pendaftaran. Untuk setiap proses registrasi, pelaku usaha dikenakan biaya. Lakukan pembayaran kemudian unggah buktinya lewat menu
  • Masukkan data yang diminta. Secara umum, dokumen yang diminta tidak jauh berbeda dengan saat pertama kali Anda mengajukan penerbitan sertifikat halal. Tapi jangan lupa untuk melakukan pengecekan ulang demi memastikan tidak ada yang terlewat. Kalau ternyata ada berkas yang kurang, segera unggah pada menu yang tersedia.

Perlu diketahui bahwa perusahaan yang ingin memperpanjang sertifikat halal harus melakukannya dalam waktu selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku sertifikat halalnya habis.

Pencabutan Sertifikat Halal

Apakah-Sertifikat-Halal-Perlu-Diperbarui-dan-Berapa-Lama-Masa-Berlakunya
Ilustrasi Proses Pencabutan Sertifikat Halal

Semua produk yang sudah disertifikasi halal juga akan terus diawasi lewat audit surveillance. Audit ini dilakukan secara tidak terjadwal. MUI mungkin saja akan melakukan sidak, terutama pada perusahaan-perusahaan yang memiliki isu tertentu di masyarakat.

Lalu, apakah ada kemungkinan sertifikat halal dicabut? Ada beberapa alasan yang memungkinkan pencabutan sertifikat halal antara lain:

  1. Setelah mendapatkan pemberitahuan tentang pembekuan sertifikat, perusahaan terkait tidak melakukan langkah perbaikan yang memadai dalam tenggat waktu yang diberikan
  2. Perusahaan tidak ingin melakukan pembaruan sertifikat
  3. Perusahaan pemilik sertifikat dinyatakan bangkrut

Setelah keputusan tentang pencabutan keluar, perusahaan akan menerima surat dari Kepala Bidang SJH. Perusahaan yang sertifikatnya beku atau dinyatakan dicabut tidak dibenarkan membuat pernyataan yang menyesatkan terkait status halal yang mereka miliki.

Sejak tanggal pencabutan, perusahaan juga tidak dibenarkan lagi menggunakan logo halal.

Jika ada pencabutan sertifikat halal, biasanya akan ada pemberitahuan di situs dan perbaikan database LPPOM MUI. Untuk memastikan apakah sertifikat halal sebuah perusahaan masih berlaku atau tidak, ada 3 cara yang bisa dilakukan:

  1. Melakukan pengecekan melalui website resmi MUI. Caranya mudah sekali. Anda bisa langsung masuk ke halalmui.org Setelahnya, masukkan data terkait produk baik itu nama maupun nomor sertifikatnya. Kalau sertifikat masih muncul dalam hasil pencarian, artinya belum kedaluwarsa
  2. Melakukan pengecekan lewat call center LPPOM MUI. Dengan menghubungi call center, Anda tidak perlu mengetikkan data apapun. Cukup hubungi 14056 lewat ponsel atau telepon rumah kemudian informasikan kepada petugas tentang detail produk yang ingin diperiksa kehalalannya
  3. Melakukan pengecekan melalui aplikasi Halal MUI. Untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui status halal atau tidaknya produk yang mereka beli, Anda bisa menggunakan aplikasi Halal MUI.  Anda tinggal scan barcode saja untuk memastikan halal atau tidaknya sebuah produk. Selain itu, terdapat berbagai informasi tentang kegiatan terbaru dari LPPOM, daftar restoran yang sudah tersertifikasi hingga cara mengajukan sertifikasi halal MUI.

Mengapa Sebaiknya Sertifikat Halal Anda Diperpanjang?

Meskipun melakukan perpanjangan atau tidak merupakan hak setiap produsen, namun Anda tetap disarankan untuk memperpanjangnya. Ini karena sertifikat halal memiliki banyak sekali manfaat bagi bisnis seperti:

  1. Menunjukkan jaminan kualitas dari produk Anda. Untuk bisa memiliki sertifikat halal, Anda harus melalui proses audit yang panjang termasuk izin P-IRT dan BPOM. Selain menunjukkan kehalalan produk, ini juga bisa menjadi jaminan kualitas
  2. Meningkatkan kepercayaan. Bagi konsumen terutama di negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia, adanya logo halal sangat menentukan keputusan pembelian. Ketika sebuah produk memiliki logo halal, konsumen tidak perlu mempertanyakan tentang bahan apa saja yang digunakan dalam produk tersebut karena sudah diuji oleh lembaga dan tenaga yang profesional
  3. Produk jadi lebih kompetitif di pasaran. Bandingkan dua produk sejenis yang Anda temukan di pasaran. Ketika satu produk memiliki logo halal dan yang lain tidak, maka hampir dipastikan Anda akan memilih yang berlogo halal, bukan? Ini karena logo halal mampu memberikan Unique Selling Point yang menjadi daya tarik orang untuk membelinya
  4. Bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Konsumsi produk halal sekarang menjadi tren yang semakin meluas, bahkan di negara yang mayoritas penduduknya bukan Islam. Ini tentu akan membuka kesempatan bagi Anda untuk bisa menjangkau pasar global yang lebih luas. Anda bisa mengekspor produk-produk Anda ke negara lain, terutama negara dengan penduduk mayoritas Islam.

Dengan mengetahui bahwa sertifikat halal berlaku selama 4 tahun, Anda bisa mempertimbangkan untuk memperpanjang kembali atau tidak. Namun dengan segala manfaat di atas, rasanya tidak salah untuk memperpanjangnya kembali.

Jika Anda seorang yang menyukai tantangan dan ingin menjadi auditor halal, Mutu Institute menjadi tempat yang tepat bagi pelatihan Anda. Tunggu apalagi? Segera hubungi Mutu Institute melalui info@mutuinstitute.com atau 0819-1880-0007.

Baca juga: Segini Besaran Biaya Pembuatan Sertifikat Halal, Setiap Jenis Usaha Berbeda

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/2184042/masa-berlaku-sertifikasi-halal-mui-berubah-dari-2-menjadi-4-tahun#mobile-src

https://news.detik.com/berita/d-3921467/apakah-sertifikasi-halal-mui-bisa-dicabut

https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/01/21/niitwm-soal-sertifikasi-halal-kedaluwarsa-lppom-mui-tak-bisa-beri-sanksi

https://www.99.co/blog/indonesia/cara-cek-halal-mui/