Mengenal Apa Itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan

Setiap perusahaan wajib mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan. Pasalnya standardisasi ini dapat bermanfaat besar bagi peningkatan performa perusahaan secara umum.

Sudahkah Anda mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan? Jika belum, berarti kini Anda sedang mengunjungi laman yang tepat. Mengapa? Karena di bawah ini kami akan menyajikan informasi tentang salah satu jenis standardisasi tersebut selengkap mungkin.

Apa Itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan?

Kalimat di atas adalah pertanyaan klasik. Juga satu hal yang paling awal dan paling umum ditanyakan oleh masyarakat awam. Guna mengenal ISO 14001, pertama-tama Anda perlu mengetahui pengertiannya.

Pengertian ISO 14001

Pengertian ISO 14001 adalah standar mengenai Sistem Manajemen Lingkungan (SML) atau Environmental Management System (EMS) yang berlaku secara internasional.

Ini adalah salah satu bagian dari standardisasi bagi organisasi, instansi, atau perusahaan yang secara spesifik mengatur tentang lingkungan. Dalam hal ini. yang dimaksud adalah segala aktivitas perusahaan dan dampak-dampaknya terhadap lingkungan.

Mengapa perlu memperhatikan dampak lingkungan? Karena organisasi bukanlah institusi yang berdiri sendiri. Ia menempati sebuah lingkungan yang terhubung langsung dengan banyak individu dan instansi lain.

Selain itu, lingkungan jugalah yang membentuk suatu organisasi.

Maka, penting bagi perusahaan untuk ikut berperan dalam menjaga stabilitas lingkungan, terutama di tempat ia berdiri.

ISO 14001 menetapkan standar secara efektif. Sebuah organisasi harus memastikan dirinya telah patuh terhadap segala peraturan lingkungan yang berlaku. Sekaligus tetap mempertimbangkan kesesuaian dengan kegiatan operasionalnya sendiri.

Organisasi atau perusahaan dianjurkan untuk mengidentifikasi, mengelola, meneliti, dan mengendalikan permasalahan terkait isu lingkungan. ISO 14001 dapat membantu mempercepat rangkaian proses tersebut. Sambil memastikan bahwa perusahaan memiliki komitmen terus menerus untuk berperan dalam mengurangi dampak negatif bagi lingkungan.

Sistem Manajemen Lingkungan

Selanjutnya simak juga mengenai sistem manajemen itu sendiri. Sistem Manajemen Lingkungan (SML) atau EMS merupakan rangkaian proses untuk membantu perusahaan memenuhi tujuannya dalam menjaga stabilitas lingkungan yang positif.

Rangkaian proses ini dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pengkajian, evaluasi, hingga menentukan cara-cara efisien untuk meningkatkan performa lingkungan.

Bagaimanapun, EMS atau SML tidak menentukan torehan objektif yang harus dipenuhi. Artinya setiap perusahaan dapat menentukan sendiri tujuan Sistem Manajemen Lingkungan yang diinginkan. Tentu saja dengan tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan kondisi internal dan eksternal.

Akan tetapi, EMS dapat membantu perusahaan menentukan kebijakan terbaik, merumuskannya secara sistematis, serta menerapkannya dengan biaya efektif. Perusahaan dapat memastikan segala aktivitas operasionalnya tetap bertujuan untuk menjaga stabilitas lingkungan, termasuk menerapkannya kepada karyawan. 

Elemen Dasar SML

Mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan mewajibkan Anda untuk juga mengetahui elemen-elemen dasarnya. Pasalnya, SML juga dapat digunakan untuk membantu perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah yang belum diatur.

SML juga membantu perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah yang belum diatur. Sedikitnya ada empat elemen dasar dalam memenuhi Sistem Manajemen Lingkungan, antara lain:

  • Meninjau tentang tujuan perusahaan mengenai lingkungan.
  • Analisis dampak lingkungan dan syarat-syarat atau kewajiban mematuhi peraturan lingkungan.
  • Menentukan tujuan dan target untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mematuhi peraturan terkait.
  • Merumuskan program-program yang sesuai dengan tujuan dan target-target di atas.
  • Mengukur dan memantau setiap perkembangan yang terjadi dalam proses mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Memastikan para karyawan memiliki kesadaran dan kompetensi lingkungan.
  • Mengulas kemajuan-kemajuan SML dan meningkatkan performanya dengan cara melakukan perbaikan terus menerus.

EMS mencakup berbagai bentuk dampak lingkungan, seperti polusi atau pencemaran limbah, baik pencemaran terhadap air, udara, maupun tanah. SML juga menetapkan dampak polusi suara yang terindikasi dari tingkat kebisingan dalam kegiatan operasional.

Selain itu, mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan juga akan membantu mengatasi masalah yang tidak diatur sebelumnya. Misalnya, tentang penggunaan sumber daya dan energi, juga mitigasi serta penyesuaian diri terhadap perubahan iklim.

Oleh karenanya, tak mungkin kriteria ISO 14001 bersifat tetap. Sebaliknya, persyaratan dan ketentuan standarnya akan terus berubah seiring berjalannya waktu. Perbaikan harus terus dilakukan, guna menyesuaikan diri dengan kondisi berbeda dan berbagai permasalahan baru terkait lingkungan yang mungkin muncul di masa depan.

Sekilas tentang ISO

Mengenal Apa Itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan

Untuk lebih mengenal ISO 14001, ketahui pula segala sesuatu terkait standardisasi internasional ISO. ISO pada dasarnya adalah nama sebuah lembaga penetapan standar internasional yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Lembaga ini berdiri pada 23 Februari 1947, sejak awal merupakan lembaga nirlaba independen nonpemerintah.

ISO merupakan singkatan dari International Organization for Standardization. Penyebutannya bisa berbeda di setiap negara, tergantung istilah yang digunakan dalam bahasa masing-masing. Inggris memakai singkatan IOS, menyesuaikan inisial tepat dari nama asli organisasi. Sementara Prancis menggunakan OIN, singkatan dari Organisation Internationale de Normalisation dalam bahasa lokal.

Sistem keanggotaan ISO bersifat internasional, saat ini telah diikuti oleh lebih dari 160 negara dan perusahaan-perusahaan besar dunia. Negara yang menjadi anggota ISO berarti sudah memiliki badan standardisasi nasional masing-masing.

Khusus untuk Indonesia, lembaga yang dimaksud Badan Standardisasi Nasional yang berada di bawah koordinasi Kemenristekdikti (kini Kemenristek/BRIN). Lembaga tersebut juga bisa menyediakan informasi bagi Anda yang ingin mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan.

Masing-masing negara dan perusahaan anggota mengirimkan perwakilannya dalam pelaksanaan kegiatan ISO. Para wakil akan menempati beberapa komite, di antaranya Komite Teknis (Technical Comitee), Sub Komite (Sub-Technical Comitee), dan Kelompok Kerja (Working Group) untuk merumuskan ketetapan-ketetapan standardisasi.

Cakupan standardisasi ISO cukup luas, tetapi hanya dikhususkan pada ranah industri dan komersial. Dalam hal ini, berarti ranah industri dan komersial di tingkat internasional.

Jenis-jenisnya, meliputi standar kualitas produk, kepuasan pelanggan, rantai pasokan dan keamanan operasional, kelayakan produk, kesehatan dan keselamatan kerja, hingga manajemen lingkungan yang ditetapkan dengan ISO 14001.

ISO merumuskan kriteria-kriteria khusus untuk menentukan kualitas tertentu. Perannya seperti wasit dalam pertandingan olahraga. Standardisasi ISO membantu menjaga persaingan tetap seimbang di antara semua pemain yang ikut serta.

Tujuan ISO 14001

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tidak ada tujuan objektif dalam ISO 14001. Tapi, ini lebih kepada penerapan standar khusus dalam manajemen lingkungan, guna menemukan hasil akhir yang paling efektif. Langkah selanjutnya yaitu dengan mencermati maksud dan tujuannya.

Tujuan ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan pada dasarnya ada tiga, yaitu:

  1. Menekan dampak negatif terhadap lingkungan yang mungkin timbul akibat kegiatan operasional organisasi.
  2. Mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan terkait isu lingkungan.
  3. Melakukan perbaikan pada aktivitas-aktivitas di atas secara berkelanjutan.

Sistem Manajemen Lingkungan menurut ISO 14001

Melalui tujuan-tujuan dasar tersebut, ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan mendorong perusahaan untuk aktif dalam meningkatkan peran lingkungannya. Hal ini dilakukan melalui rangkaian proses secara terstruktur dan berkelanjutan.  Rangkaian proses yang dimaksud dalam SML, antara lain:

  1. Komitmen dan Kebijakan

Perusahaan atau organisasi memiliki komitmen untuk meningkatkan peran sertanya terhadap lingkungan. Salah satunya dibuktikan dengan merumuskan dan menetapkan kebijakan-kebijakan terkait. Tentang hal ini, tanggung jawab terbesar berada di tangan pejabat manajemen di tingkat atas.

  1. Perencanaan
    Kebijakan akan menentukan tahap selanjutnya, yaitu Perencanaan. Di sini organisasi awalnya mengidentifikasi persoalan lingkungan apa saja yang muncul sebagai akibat dari kegiatan operasionalnya. Sekaligus memastikan seberapa besar dampak negatif yang mungkin timbul.

Selanjutnya, perusahaan meneliti aspek-aspek masalah yang paling signifikan. Lalu menentukan cara-cara untuk menyelesaikannya berdasarkan skala prioritas. Setelah itu, baru bisa menetapkan tujuan dan target-target. Tujuan bersifat umum, mencakup seluruh hasil akhir dari sistem manajemen lingkungan. Sementara target bersifat khusus dan detail, merupakan bagian dari tujuan umum.

  1. Implementasi/Penerapan
    Rencana diterapkan secara faktual dengan memanfaatkan segala sumber daya yang diperlukan. Ini bisa termasuk penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan para karyawan. Atau hal-hal pendukung, seperti dokumentasi, pembuatan prosedur operasi, pembuatan jalur komunikasi internal dan eksternal, dan sebagainya.
  2. Evaluasi
    Tujuan keempat adalah evaluasi. Maksud evaluasi di sini berarti meninjau pelaksanaan rencana untuk memastikan tercapai tidaknya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika tidak tercapai, berarti perusahaan harus melakukan perbaikan. Jika tercapai, bisa dilanjutkan dengan menentukan tujuan dan target-target baru.
  3. Pengkajian Kembali

Manajemen mengkaji hasil evaluasi untuk mengetahui seberapa besar peran EMS, serta efektif tidaknya EMS diterapkan di perusahaan. Juga untuk melihat apakah kebijakan lingkungan melalui rangkaian-rangkaian proses tadi telah sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

Tahap akhir ini akan menentukan prosedur perbaikan berkelanjutan dalam Sistem Manajemen Lingkungan yang menjadi tujuan ISO14001 SML.

Lima proses di atas merupakan rangkaian cyclical (siklus). Jadi, siklus ini akan terus berjalan, sehingga perbaikan dan peningkatan akan berlangsung terus menerus.

Manfaat ISO 14001

Mengenal Apa Itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan

Tentu saja, ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan bukan sekadar label atau sertifikasi terstandar. EMS yang diterapkan pasti akan berdampak secara positif, baik bagi lingkungan internal perusahaan maupun secara eksternal. Apa saja potensi manfaat yang bisa diperoleh dengan mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan?

  • Meningkatkan peran serta perusahaan di tengah lingkungan.
  • Bertumbuhnya tingkat kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
  • Peluang besar untuk berkarir di ranah industri bidang lingkungan.
  • Membantu menekan dampak negatif pada lingkungan akibat aktivitas operasional, seperti pencemaran limbah dan efisiensi sumber daya energi.
  • Penghematan biaya, terutama dalam penanganan limbah.
  • Mengurangi pengeluaran organisasi secara umum.
  • Meningkatkan moral dan kesadaran seluruh penghuni organisasi mengenai tanggung jawabnya dalam menangani masalah lingkungan.
  • Lingkungan kinerja internal perusahaan makin kondusif.
  • Citra perusahaan di mata publik akan menjadi lebih baik.
  • Mempererat hubungan dengan regulator, investor, dan kreditur potensial.

Syarat dan Prosedur Mendapatkan Sertifikasi ISO 14001

Mengingat banyaknya manfaat dari mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan dan penerapannya, maka perusahaan Anda sebaiknya mulai mempertimbangkannya. Standar ini cocok untuk perusahaan kecil maupun besar, baik milik konsorsium maupun perorangan.

Syarat Pengajuan ISO 14001

Syarat pengajuan yang dimaksud di sini adalah kelengkapan berkas atau dokumen. Sertifikasi ISO 14001 akan mempersyaratkan dua set dokumen, yaitu dokumen wajib dan dokumen tidak wajib.

Dokumen wajib terdiri dari dua macam, yaitu maintain documented information dan retain documented information dengan masing-masing bagiannya. Sementara dokumen tidak wajib terdiri dari delapan set berkas.

  1. Dokumen Wajib (Mandatory Document)
  • Maintain documented information berisi informasi prosedur penerapan SML, meliputi:
  1. Ruang lingkup SML
  2. Kebijakan dalam memenuhi kewajiban lingkungan
  3. Prosedur mengenali dan mengevaluiasi aspek permasalahan lingkungan yang signifikan
  4. Tujuan, target, dan perencanaan untuk mencapainya
  5. Informasi tentang pengendalian operasional SML
  6. Kesiapan dan tanggap darurat
  • Retain documented information berisi bukti-bukti pencapaian pemberlakuan SML, meliputi:
  1. Kajian risiko dan peluang beserta rangkaian proses yang bisa diterapkan sebagai solusi
  2. Dokumentasi tentang kepatuhan terhadap peraturan undang-undang yang berlaku
  3. Bukti-bukti kompetensi, pelatihan, keterampilan, dan kualifikasi
  4. Rekaman komunikasi internal dan eksternal
  5. Peninjauan dan pengukuran hasil
  6. Bukti kelayakan peralatan yang digunakan
  7. Program dan hasil audit internal
  8. Tinjauan manajemen
  9. Bukti kecocokan dan tindakan koreksi apabila terjadi ketidaksesuaian antara bukti dan implementasi.
  10. Dokumen tidak Wajib (Necessary Document)
  • Prosedur yang menentukan konteks organisasi dan pihak berkepentingan
  • Daftar berisi kompetensi, pelatihan, dan kesadaran karyawan terhadap SML pada ISO 14001
  • Bukti komunikasi internal dan eksternal
  • Prosedur pengendalian dokumentasi dan rekaman data
  • Prosedur peninjauan dan pengukuran
  • Prosedur tentang kepatuhan terhadap peraturan undang-undang yang berlaku serta ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan lingkungan
  • Prosedur mengenai ketidaksesuaian antara bukti dan implementasi SML beserta tindakan koreksi dan perbaikan.

Dokumentasi di atas tidak wajib ada, tetapi akan memberi nilai tambah bagi organisasi  pemohon ISO 14001. Sehingga akan meningkatkan peluang untuk mempermudah proses sertifikasi.

Itulah persyaratan dokumen yang sebaiknya disertakan dalam proses pengajuan sertifikasi ISO 14001. Pada tahap berikutnya, perusahaan masih harus melalui beberapa proses pemeriksaan guna memastikan implementasi SML telah sesuai prosedur.

Proses Sertifikasi

Proses sertifikasi ISO 14001 dilakukan oleh pihak ketiga yang sama sekali tidak terafiliasi dengan perusahaan. Ini dimaksudkan agar proses sertifikasi dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang objektif.

Namun, sebelum mengajukan sertifikasi, ada sejumlah ketentuan wajib dipenuhi perusahaan pemohon, di antaranya:

  1. Perusahaan telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan sesuai ketetapan ISO 14001.
  2. Pemberlakuan SML di perusahaan minimal telah berlangsung selama tiga bulan.
  3. Tersedia berkas-berkas dokumentasi sesuai persyaratan, termasuk data-data untuk membuktikan penerapan SML di perusahaan.
  4. Perusahaan sudah melaksanakan audit internal mengenai ISO 14001.
  5. Perusahaan sudah melakukan pengkajian ulang Sistem Manajemen Lingkungannya.

Setelah perusahaan memenuhi sejumlah ketentuan, berarti tahap berikutnya adalah menjalani audit. Dalam praktiknya, proses audit ini terdiri dari dua tahap, yaitu:

  1. Audit I

Audit pertama terdiri dari dua tahapan, yakni pemeriksaan berkas-berkas dokumentasi yang dipersyaratkan guna menempuh permohonan sertifikasi. Kemudian tahap kedua, yaitu audit pendahuluan atau pre-assessment untuk memeriksa penerapan SML perusahaan telah siap dan layak diuji atau tidak.

  1. Audit II

Pada tahap kedua inilah baru dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap pemberlakuan SML sesuai ketetapan ISO 14001. Audit tahap kedua ini biasa juga disebut dengan istilah main assessment.

Sertifikat ISO 14001 akan segera diterbitkan setelah perusahaan berhasil melalui dua tahapan audit di atas dengan mulus. Harap diingat bahwa sertifikasi ISO umumnya berlaku selama tiga tahun. Apabila telah lewat tiga tahun, berarti perusahaan harus memperbarui sertifikatnya (re-assessment) dengan mengulangi prosedur yang sama.

Baca juga: ISO 37001 Manajemen Anti Suap yang Penting untuk Perusahaan

Rekomendasi Lembaga Sertifikasi ISO 14001

Mengenal Apa Itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan

Itulah panduan lengkap untuk mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan. Banyak hal yang perlu disiapkan oleh perusahaan pemohon sertifikat ISO 14001. Proses sertifikasi pun akan melibatkan sejumlah prosedur kompleks yang mustahil bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Dalam lingkungan internal, setiap personel dianjurkan untuk ikut berperan mewujudkan implementasi SML. Maka, otomatis hal ini akan memberi beban pekerjaan tambahan bagi karyawan dan lingkaran manajemen.

Setelah mengenal apa itu ISO 14001, Anda tentu tahu bahwa ada investasi yang perlu dilakukan untuk melalui rangkaian proses tersebut. Bagi perusahaan yang belum memiliki tim tersendiri, berarti segalanya harus dimulai dari nol.

Belum lagi masa-masa persiapan, penentuan kebijakan, perencanaan, dan tahapan-tahapan lain yang diperlukan untuk melaksanakan prosedur implementasi EMS. Pastinya akan memakan lebih banyak waktu, tenaga, dan sumber daya.

Melihat kondisi semacam itu, akan lebih baik jika perusahaan Anda memanfaatkan bantuan pihak ketiga. Saat ini telah banyak lembaga penyedia layanan sertifikasi ISO 14001, salah satunya Mutu Institute.

Mutu Institute menyajikan berbagai pilihan layanan, mulai dari pelatihan untuk membantu Anda mengenal apa itu ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan lebih jauh. Termasuk cara dan praktik-praktik implementasinya di perusahaan.

Mutu Institute juga memberikan pelatihan untuk mencetak kader-kader auditor internal hingga auditor ISO 14001. Tentunya dengan standar ISO 14001 terbaru yang berlaku secara internasional.

Ingin mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Masih bingung dengan syarat dan prosedur Serfikasi ISO 14001? Segera hubungi kami melalui info@mutuinstitute.com atau 0819-1880-0007.

Leave a Comment