Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Perkebunan Kelapa Sawit

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh pengusaha kelapa sawit untuk mendapatkan sertifikasi RSPO. Simak artikel berikut untuk memahami syarat dan prosedurnya.

Sebagai salah satu negara dengan ekspor minyak sawit terbesar, Indonesia memegang peran vital dalam keseluruhan industri minyak nabati di dunia. Pada tahun 2019 silam saja, industri kelapa sawit milik pemerintah mengantongi untung hingga lebih dari 20 miliar dolar.

Angka ini terhitung fantastis mengingat pemerintah belum selesai “menggenjot” bisnis sawit melalui permberlakuan sejumlah regulasi baru.

Namun, seiring meningkatnya urgensi  untuk menciptakan industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, diperlukan sejumlah sertifikasi supaya laju ekspor para pengusaha sawit di tanah air tetap lancar, salah satunya adalah sertifikasi RSPO.

Selain berguna untuk memperlancar ekspor, RSPO diperlukan untuk mewujudkan masa depan industri sawit yang lebih hijau melalui pelestarian lingkungan dan konservasi alam.

Karena itu, meskipun sertifikasi ini bersifat sukarela, RSPO sangat diminati oleh para penggiat industri sawit di seluruh negeri.

Sekilas Tentang RSPO

Diselenggarakan oleh WWF sejak tahun 2002, RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) merupakan lembaga terpadu yang menaungi tujuh pemegang kepentingan pada sektor bisnis sawit; mulai dari petani sampai produsen produk akhir yang dijual langsung ke konsumen.

Sertifikasi RSPO tidak sekadar menjadi pajangan untuk menunjukkan kredibiltas bisnis sawit, tetapi juga memberi manfaat konkret terhadap konservasi lahan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area usaha. Terbukti, saat ini ada banyak negara yang mewajibkan kepemilikan sertifikat ini untuk melakukan eskpor, misalnya seperti negara-negara anggota UNI Eropa.

Kiprah RSPO di Indonesia sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2006. Secara global, lembaga sertifikasi ini sudah memiliki 4.866 anggota dari puluhan negara di dunia. Asyiknya, RSPO tidak hanya bisa didapatkan oleh pengusaha besar, tetapi juga oleh petani sawit swadaya dengan lahan seadanya.

Panduan Sertifikasi RSPO

Persyaratan Sertifikasi RSPO serta Panduan, dan Cara Mendapatkannya

Secara sederhana, sertifikasi RSPO terdiri dari tiga skema dasar, yaitu:

  • Sertifikasi Standar

Proses penentuan syarat dan aturan yang akan dipenuhi selama proses pemeriksaan. Standar yang dimaksud mengacu pada prinspi dan kriteria RSPO (PnC). Rantai distribusi produk sawit akan diaudit secara cermat untuk mendapatkan RSPO Supply Chain Certification Standard.

  • Akreditasi

Proses ini dipakai untuk memastikan kompetensi organisasi atau badan usaha yang mengajukan sertifikasi sebelum dilakukan pemeriksaan yang kredibel dan konsisten.

  • Persyaratan Proses

Ini adalah tahapan untuk menentukan apakah pemeriksaan yang dilakukan sudah memenuhi syarat dan dilakukan oleh badan sertifikasi tepercaya. Sistem RSPO memiliki standar yang mendetail dan terukur.

Untuk melakukan pengajuan sertifikasi, Anda bisa langsung mengunjungi halaman resmi RSPO berikut ini.

Syarat Lolos Sertifikasi RSPO

Pada dasarnya, RSPO memiliki 39 kriteria yang berhubungan dengan 8 prinsip utama untuk melaksanakan bisnis sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Berikut ini adalah 8 prinsip dan gambaran kriteria yang diperlukan untuk mendapat sertifikasi:

Prinsip 1 – Memiliki komitmen penuh terhadap transparansi

Transparansi yang dimaksud mencakup informasi yang berhubungan dengan konservasi lingkungan, status hukum, dan keadaan sosial di sekitar area usaha.

Prinsip 2 – Patuh terhadap hukum yang berlaku

Hukum ini mencakup hukum yang ada di negara asal pengusaha sekaligus hukum internasional yang berlaku dalam sektor perdagangan minyak sawit. Selain itu, pengusaha harus bisa membuktikan hak legal penggunaan lahan untuk keperluan usaha kelapa sawit.

Prinsip 3 – Memiliki komitmen terhadap pengelolaan keuangan dalam jangka panjang

Manajemen perusahaan yang mengajukan sertifikasi wajib memiliki rencana pengelolaan usaha, minimal untuk 3 tahun ke depan. Pengelolaan keuangan yang dibuat pun harus didokumentasikan secara jelas dan transparan.

Prinsip 4 – Melakukan praktik usaha perkebunan yang baik

Perusahaan harus memiliki dokumentasi yang lengkap, mulai dari dokumentasi operasional yang konsisten, penanganan kesuburan tanah, hingga usaha pengendalian erosi dalam jangka panjang.

Prinsip 5 – Bertanggung jawab terhadap konservasi lingkungan dan kenekaragaman hayati

Pengelola usaha wajib menunjukan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengatur limbah produksi, melestarikan alam di sekitar lahan, serta tidak membakar lahan untuk membuka area tanam.

Prinsip 6 – Bertanggung jawab terhadap pekerja, masyarakat, dan individu lain yang terkena dampak langsung dari keberadaan perkebunan.

Dengan kata lain, perusahaan harus memiliki kepekaan terhadap dampak sosial dari bisnis yang dijalankan, termasuk peduli akan kesejahteraaan dan kelangsungan hidup masyarakat di sekitar tempat usahanya.

Prinsip 7 – Pengembangan lahan usaha yang bertanggung jawab

Pengusaha wajib melakukan kajian yang komprehensif saat hendak melakukan pengembangan usaha atau perluasan area usahanya. Analisis yang dilakukan mencakup topografi wilayah, pemeriksaan independen, dan survei kawasan bernilai konservasi tinggi.

Prinsip 8 – Komitmen untuk melakukan perbaikan lingkungan secara berkelanjutan

Selama perusahaan masih beroperasi, pengelola harus terus mengawasi, mengkaji, dan menjalankan aktivitas konservasi terhadap lingkungan hidup di sekitar tempat usaha. Poin ini secara langsung berkaitan dengan masalah pengelolaan limbah, pembatasan emisi dan polusi, serta isu sosial yang muncul di sekitar lahan perkebunan.

Sebelum menjalani pemeriksaan pemenuhan kedelapan prinsip di atas, pengusaha pun harus lolos dari tahan pre-audit yang diselenggarakan oleh pihak RSPO. Keseluruhan proses sertifikasi pada umumnya menghabiskan biaya sekitar 100 sampai 125 juta rupiah.

Biaya tersebut mencakup honor auditor, ongkos transportasi, dan pengolahan data. Nominal tersebut tentu dapat berubah sesuai dengan tarif lembaga auditor yang digunakan.

Keuntungan Sertifikasi RSPO

Persyaratan Sertifikasi RSPO serta Panduan, dan Cara Mendapatkannya

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sertifikasi RSPO tidak bersifat wajib. Jadi, apa sebenarnya keuntungan dari sertifikasi ini? Secara umum, inilah menfaatnya:

  • Memberikan rasa aman pada pelanggan untuk memakai produk sawit

Tidak bisa dipungkiri, industri sawit sering dipandang “buruk” karena dampaknya yang luas terhadap lingkungan hidup. Dengan sertifikasi RSPO, pelanggan dapat mengetahui bahwa produk yang dibeli berasal dari perusahaan yang memedulikan faktor konservasi lingkungan hidup dan keberlangsungan bisnis sawit dalam jangka panjang.

  • Memasuki pasar ekspor minyak nabati Eropa

Hingga saat ini, UNI Eropa masih menjadikan sertifikasi RSPO sebagai persyaratan wajib ekspor komoditas kelapa sawit. Bagi Anda yang ingin melakukan ekspor ke pasar Eropa, sertifikasi ini menjadi harga mutlak yang tak bisa ditawar.

  • Mengurangi sengketa sosial dan masalah pelestarian alam

RSPO melibatkan lembaga pelestarian alam sehingga standar yang digunakan dalam pengelolaan area konservasi hijau di sekitar lahan perkebunan sawit sangat tinggi. Dengan kata lain, perusahaan dapat merasa tenang karena bisnis yang dijalankan tidak berpotensi melanggar hukum, misalnya hukum yang berkaitan dengan pengolahan limbah dan penggunaan area bernilai konservasi tinggi.

Tak hanya itu, RSPO juga memperkecil peluang terjadinya sengketa sosial dengan masyarakat setempat karena proses sertifikasinya melibatkan kualitas pemberdayaan masyarakat di sekitar area usaha. Tanpa hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, sebuah perusahaan akan sulit memperoleh sertifikasi ini.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai persyaratan, panduan, dan sertifikasi RSPO yang perlu diketahui. Ingat, seiring waktu, kriteria pemeriksaan atau audit pada RSPO dapat berubah sesuai dengan kebijakan pemerintah atau keputusan lembaga RSPO. Untuk mendapat informasi terbaru, kunjungilah situs web resminya atau datang saja langsung ke kantor perwakilan RSPO Indonesia.

Ingin melakukan Sertifikasi RSPO namun masih bingung dengan syarat dan prosedur Serfikasi RSPO? Segera hubungi kami melalui info@mutuinstitute.com atau 0819-1880-0007Jangan tunda untuk melakukan Sertifikasi RSPO.

Baca juga: Sertifikasi ISPO Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia terbaru

Leave a Comment