Langkah Membuat Job Safety Analysis (JSA)

Analisis risiko lewat JSA perlu dibuat untuk meminimalisasi kecelakaan di lingkungan kerja. Simak langkah-langkah membuat JSA berikut ini!

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) membutuhkan penilaian bahaya formal untuk lingkungan kerja tertentu seperti pekerjaan di ruang terbatas atau ketika pekerjaan membutuhkan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para pengusaha adalah dengan membuat JSA (Job Safety Analysis).

Tujuan pembuatan JSA adalah untuk lebih memahami bahaya dari setiap prosedur kerja yang ada. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risikonya. Jika dilakukan dengan benar, JSA juga dapat mendorong komunikasi dan keterlibatan yang lebih baik antara manajemen dengan perusahaan terkait implementasi keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih baik. JSA sendiri dapat dibuat dengan 5 langkah yakni:

Langkah 1: Pilih Prosedur yang Akan Dilakukan

Langkah pertama dalam pembuatan JSA adalah mengidentifikasi prosedur mana yang akan difokuskan. Area dengan prioritas tinggi biasanya mencakup prosedur yang berhubungan dengan:

  • Riwayat cedera di masa lalu atau frekuensi insiden yang tinggi
  • Potensi yang tinggi untuk menyebabkan cedera
  • Potensi yang tinggi menyebabkan insiden yang parah
  • Penggunaan yang jarang dan kesadaran yang rendah terhadap bahaya dan risiko yang ada
  • Proses atau peralatan baru termasuk prosedur yang baru saja diubah.

Langkah 2: Buat Breakdown Pekerjaan

Berikutnya ambil prosedur pekerjaan, masukkan ke dalam analisis dan pecah menjadi beberapa langkah. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengamati pekerja saat sedang melakukan pekerjaan tersebut atau melihatnya lewat video.

Tujuan pembuatan breakdown atau potongan-potongan ini adalah agar tidak ada langkah-langkah kunci yang terabaikan. Tapi, pastikan agar tidak ada terlalu banyak langkah (biasanya cukup dengan 10 langkah atau kurang dari itu).

Baca juga: Bidang Pekerjaan Apa Saja yang Membutuhkan JSA?

Langkah 3: Identifikasi Bahaya yang Ada

Lihat setiap langkah dan perhatikan dengan baik apa yang mungkin salah dari prosedur tersebut. Ajukan pertanyaan seperti:

  • Apakah ada benda bergerak atau bagian peralatan yang menimbulkan bahaya?
  • Apakah ada proses pengangkatan, dorongan atau tarikan yang bisa menyebabkan ketegangan?
  • Mungkinkah pekerja akan terpeleset, tersandung atau jatuh?
  • Apakah ada bahaya di lingkungan seperti suhu ekstrem, pencahayaan dan kebisingan yang membutuhkan perhatian lebih
  • Apakah ada zat berbahaya seperti bahan kimia, debu atau asap yang terlibat dalam prosedur?

Langkah 4: Implementasikan Solusi

Untuk setiap bahaya, Anda harus bisa mengidentifikasi kontrol yang dapat menurunkan risiko insiden. Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan antara lain adalah:

  • Menghilangkan bahaya. Ini adalah strategi yang paling efektif. Caranya bisa dengan menggunakan proses kerja yang berbeda, memodifikasi proses atau alat hingga mengganti bahan
  • Menahan bahaya. Jika bahaya tidak bisa dihilangkan, kontrol mesin dengan pelindung untuk meminimalkan risiko
  • Merevisi prosedur kerja. Mengubah atau menambahkan langkah kerja dapat membantu menurunkan risiko yang ada
  • Mengurangi frekuensi pekerjaan. Jika salah satu dari 3 cara di atas tidak dapat dilakukan, maka Anda harus mencari cara untuk mengurangi frekuensi pekerjaan yang dimaksud untuk menurunkan risikonya.

Langkah 5: Komunikasikan Temuan

Setelah semua risiko teridentifikasi dan Anda sudah menemukan solusi, maka langkah selanjutnya adalah mengkomunikasikan semua temuan pada karyawan dan orang-orang yang terlibat dalam prosedur kerja tersebut. Pastikan untuk:

  • Bagikan salinan JSA pada semua pekerja yang terlibat
  • Sertakan langkah-langkah keselamatan kerja dari risiko yang sudah teridentifikasi dalam program pelatihan karyawan
  • Jadikan JSA mudah diakses oleh semua pekerja, baik secara offline maupun online
  • Gunakan JSA untuk menginformasikan pelatihan pembaruan untuk pekerjaan yang jarang dilakukan.

Selanjutnya, jangan lupa lakukan review dan update secara berkala, terlebih jika ternyata masih ada prosedur kerja yang risikonya tidak berkurang seperti yang diharapkan.

Membuat Job Safety Analysis (JSA) tidak hanya membutuhkan pengetahuan mendalam mengenai setiap prosedur kerja tapi juga mengetahui risiko serta cara untuk menurunkannya. Mutu Institute siap membantu Anda memberikan pelatihan pada karyawan maupun supervisor agar penerapan sistem keamanan dan keselamatan kerja di perusahaan Anda lebih terjamin. Hubungi kami sekarang juga dan temukan pelatihan yang Anda butuhkan hanya di Mutu Institute.

Demi meningkatkan kemampuan soft dan hard skill para karyawan maka Mutu Institute dengan sepenuh hati memberikan jasa pelayanan terbaik. Silahkan hubungi Mutu Institute untuk pelatihan lainnya melalui [email protected] atau . Ikuti Training sesuai kebutuhan Anda Bersama Kami. Anda dapat mengajukan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan maupun individu. Hubungi Mutu Institute sekarang juga. Follow juga Instagram Mutu Institute di @mutu_institute untuk update pelatihan lainnya.

-
people visited this page
-
spent on this page
0
people liked this page
Share this page on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *