Maraknya kasus pemalsuan mutu beras yang terjadi pada beberapa tahun terakhir menjadi sebuah sinyal bahwa penegakan peraturan mutu beras menjadi satu hal yang tidak dapat dinegosiasi. Upaya penegakan aturan tentang mutu beras menuntut tersedianya laboratorium pengujian mutu beras dengan kompetensi yang memenuhi syarat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kompetensi laboratorium adalah melalui uji profisiensi. Tujuan dari uji profisiensi yang dilakukan adalah untuk mengevaluasi kinerja laboratorium dalam melakukan pengujian mutu beras ditinjau dari parameter kadar air, beras kepala, dan butir patah.
UPT Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan bekerjasama dengan Mutu Institute menyelenggarakan pelatihan Metode Validasi dan Ketidakpastian pada Pengujian Mutu Beras. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait dengan pengujian mutu beras dan metode dalam melakukan pengujian mutu beras. Diikuti oleh 6 orang peserta dari internal UPT Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan pada tanggal 20 September 2022 menggunakan Zoom Meeting yang disediakan oleh Mutu Institute.
Kegiatan ini berlangsung dengan menarik dan menyenangkan dengan narasumber yang sudah ahli dibidang terkait dengan pengujian yaitu Ibu Dr. Diana Widiastuti,S. Si.,M.Phill. Beliau mengemas materi dengan sangat menarik sehingga membuat peserta sangat antusias dalam melakukan diskusi.
Penasaran dengan kegiatan pelatihan lainnya di Mutu Institute, silahkan segera hubungi …..