ISCC PLUS: Sertifikasi Keberlanjutan yang Membuka Jalan Menuju Ekonomi Hijau – 2025

Temukan bagaimana ISCC PLUS mendorong transformasi menuju ekonomi hijau di Indonesia melalui sertifikasi keberlanjutan global. Pelajari manfaatnya untuk rantai pasok, kepatuhan regulasi, dan inovasi hijau, serta langkah-langkah untuk mendapatkan sertifikasi ini.

Transformasi Industri Menuju Ekonomi Hijau

Transformasi menuju ekonomi hijau kini menjadi keharusan bagi dunia industri, termasuk di Indonesia. Pemerintah terus memperkuat regulasi keberlanjutan, seperti melalui penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dalam Perpres No. 110 Tahun 2025, yang mendorong pelaku usaha untuk bertransisi menuju produksi rendah emisi dan ramah lingkungan. Di tengah dinamika ini, ISCC PLUS (International Sustainability and Carbon Certification PLUS) hadir sebagai standar sertifikasi global yang membantu perusahaan membangun rantai pasok berkelanjutan, transparan, dan kompetitif di pasar internasional.

Dalam era di mana perubahan iklim menjadi ancaman utama, sertifikasi seperti ISCC PLUS tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi tetapi juga membuka peluang bisnis baru. Perusahaan yang mengadopsi praktik keberlanjutan sering kali mendapatkan keunggulan kompetitif, seperti akses ke pasar ekspor yang lebih luas dan dukungan dari investor yang peduli lingkungan. ISCC PLUS dirancang untuk memfasilitasi transisi ini dengan menyediakan kerangka kerja yang dapat diandalkan untuk memverifikasi keberlanjutan di seluruh rantai nilai.

Apa Itu ISCC PLUS?

ISCC PLUS merupakan sistem sertifikasi internasional yang menilai keberlanjutan bahan baku, proses produksi, dan keterlacakan rantai pasok di berbagai sektor seperti:

  • Bahan berbasis bio (bio-based materials)
  • Plastik dan kemasan daur ulang
  • Pangan dan pakan ternak
  • Industri kimia dan energi terbarukan

Berbeda dengan ISCC EU yang fokus pada kepatuhan terhadap Renewable Energy Directive (RED II) Uni Eropa, ISCC PLUS bersifat lebih fleksibel dan dapat diterapkan pada sektor non-biofuel, termasuk makanan, tekstil, kosmetik, serta produk konsumen lainnya.

Sertifikasi ini menggunakan pendekatan mass balance, yang memungkinkan pencampuran bahan berkelanjutan dengan bahan konvensional dalam proses produksi, sambil tetap memastikan bahwa klaim keberlanjutan dapat diverifikasi. Ini membuat ISCC PLUS cocok untuk industri yang kompleks, di mana bahan baku berasal dari berbagai sumber. Selain itu, ISCC PLUS menekankan pada aspek sosial dan lingkungan, seperti perlindungan hak pekerja dan pengurangan deforestasi, sehingga memberikan jaminan holistik terhadap keberlanjutan.

Fungsi dan Manfaat

  1. Menjamin Transparansi Rantai Pasok ISCC PLUS memastikan setiap tahap rantai pasok—mulai dari bahan baku hingga produk akhir—dapat ditelusuri (traceable) dan memenuhi prinsip keberlanjutan.
  2. Mendukung Ekonomi Sirkular Sertifikasi ini mendorong penggunaan bahan daur ulang dan bio-based, sejalan dengan konsep circular economy yang menjadi pilar pembangunan global.
  3. Meningkatkan Daya Saing dan Kepercayaan Pasar Produk bersertifikat ISCC PLUS diakui secara global, membuka peluang ekspor, memperkuat kepercayaan konsumen, serta meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor dan regulator.
  4. Mendorong Efisiensi dan Inovasi Proses sertifikasi menstimulasi perusahaan untuk berinovasi, mengoptimalkan sumber daya, serta menerapkan teknologi hijau dalam proses produksinya.

Manfaat tambahan dari ISCC PLUS termasuk pengurangan risiko hukum terkait regulasi lingkungan, akses ke insentif pemerintah seperti kredit karbon, dan peningkatan nilai merek. Perusahaan yang bersertifikat sering melaporkan penghematan biaya jangka panjang melalui efisiensi energi dan pengurangan limbah. Di Indonesia, di mana industri seperti pertanian dan manufaktur sedang berkembang, ISCC PLUS dapat membantu perusahaan lokal bersaing dengan pemain global sambil berkontribusi pada target nasional pengurangan emisi.

Relevansi ISCC PLUS dengan Kebijakan Nasional

Penerapan ISCC PLUS di Indonesia semakin penting setelah diberlakukannya Perpres No. 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Regulasi ini menggantikan Perpres 98 Tahun 2021 dan memperkenalkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai instrumen nasional dalam pencatatan dan perdagangan karbon. ISCC PLUS dapat menjadi kerangka verifikasi yang selaras dengan prinsip MRV (Measurement, Reporting, and Verification) sebagaimana diatur dalam kebijakan NEK, sehingga membantu perusahaan memenuhi kewajiban pelaporan emisi sekaligus meningkatkan kredibilitas hijau mereka di pasar global.

Dengan integrasi ini, perusahaan Indonesia dapat lebih mudah mematuhi standar internasional sambil mendukung agenda nasional. Misalnya, NEK mendorong pengurangan emisi melalui mekanisme perdagangan karbon, dan ISCC PLUS menyediakan data yang akurat untuk menghitung jejak karbon produk. Ini tidak hanya membantu dalam audit tetapi juga membuka pintu untuk partisipasi dalam pasar karbon global.

Contoh Penerapan ISCC PLUS di Dunia

Banyak perusahaan global seperti Nestlé, Unilever, LyondellBasell, dan SABIC telah memperoleh sertifikasi ISCC PLUS untuk memastikan bahan baku mereka berasal dari sumber berkelanjutan melalui pendekatan mass balance. Di Indonesia, PT Mattel Indonesia menjadi salah satu pelopor penerapan ISCC PLUS sebagai langkah nyata menuju produksi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada ekonomi sirkular.

Contoh lain termasuk perusahaan kimia seperti BASF, yang menggunakan ISCC PLUS untuk memverifikasi bahan bio-based dalam produk mereka, atau perusahaan makanan seperti Cargill, yang menerapkannya untuk rantai pasok pakan ternak. Di Indonesia, industri kelapa sawit dan tekstil mulai mengadopsi sertifikasi ini untuk memenuhi permintaan pasar Eropa yang ketat terhadap keberlanjutan. Ini menunjukkan bagaimana ISCC PLUS dapat diterapkan di berbagai skala, dari perusahaan kecil hingga multinasional.

Penggunaan Logo ISCC PLUS

Perusahaan bersertifikat dapat menggunakan logo ISCC PLUS pada produk atau kemasan mereka, dengan ketentuan sesuai panduan resmi ISCC. Logo ini bukan sekadar simbol, tetapi bukti kepercayaan konsumen bahwa produk tersebut telah memenuhi prinsip keberlanjungan, transparansi, dan tanggung jawab lingkungan.

Logo ISCC PLUS membantu dalam pemasaran, karena konsumen semakin sadar akan isu lingkungan. Namun, penggunaannya harus akurat; misalnya, hanya untuk produk yang benar-benar memenuhi standar. Pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi, sehingga perusahaan perlu memastikan kepatuhan penuh.

Langkah Strategis Menuju Ekonomi Hijau

Penerapan ISCC PLUS bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga merupakan investasi strategis dalam membangun daya saing jangka panjang. Dengan sertifikasi ini, perusahaan tidak hanya memenuhi tuntutan pasar global, tetapi juga turut mendukung komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Untuk memulai, perusahaan perlu melakukan penilaian awal terhadap rantai pasok mereka, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan berkolaborasi dengan auditor bersertifikat. Tantangan seperti biaya awal dan kompleksitas proses dapat diatasi dengan pelatihan dan dukungan dari lembaga seperti Mutu Institute. Pada akhirnya, ISCC PLUS bukan hanya sertifikat, tetapi alat untuk mendorong perubahan sistemik menuju masa depan yang lebih hijau.

Pelatihan ISCC PLUS dari Mutu Institute

Untuk memahami lebih dalam proses sertifikasi ISCC PLUS, mulai dari konsep, mekanisme, hingga penerapan di lapangan, Mutu Institute menyediakan pelatihan ISCC PLUS yang komprehensif. Pelatihan ini dirancang untuk membantu perusahaan menyiapkan sistem keberlanjutan, memahami persyaratan audit, dan memaksimalkan manfaat sertifikasi secara praktis.

Mutu Institute – Membangun Kompetensi untuk Masa Depan Berkelanjutan. Daftarkan perusahaan Anda dalam Pelatihan ISCC PLUS bersama Mutu Institute dan jadilah bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rantai pasok berkelanjutan. www.mutuinstitute.com | WhatsApp: 0812-8429-9400 (Salsa)

Dalam pelatihan ini, peserta akan belajar tentang metodologi ISCC PLUS, termasuk bagaimana melakukan audit internal, mengelola dokumentasi, dan mengintegrasikan sertifikasi dengan sistem manajemen perusahaan. Dengan instruktur berpengalaman, pelatihan ini mencakup studi kasus dari industri nyata, memastikan pemahaman praktis. Selain itu, Mutu Institute menawarkan konsultasi lanjutan untuk membantu perusahaan melalui proses sertifikasi, sehingga mengurangi risiko kegagalan dan mempercepat implementasi. Ini adalah langkah penting bagi perusahaan Indonesia yang ingin memimpin dalam gerakan keberlanjutan global.

Hubungi Kami

Jika perusahaan Anda juga membutuhkan pelatihan seputar Halal, ISPO, IPAL, SLO atau topik lain yang relevan dengan pelatihan dan sertifikasi atau konsultasi jangan ragu untuk menghubungi Mutu Institute.

WhatsApp di 0812 8429 9400 (Salsa) atau ikuti kami di Instagram untuk melihat update pelatihan dan informasi terbaru.

Anda juga bisa mengunjungi saluran YouTube kami untuk melihat dokumentasi – dokumentasi selama pelatihan.

Kami juga mempunyai komunitas di Facebook untuk berdiskusi.

www.mutuinstitute.com

-
people visited this page
-
spent on this page
0
people liked this page
Share this page on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *