Bagaimana Mutu Institute berperan aktif dalam Seminar dan Raker APHI 2025, membahas rekonfigurasi kehutanan berbasis lanskap untuk kebangkitan sektor kehutanan Indonesia, termasuk mitigasi bencana dan penguatan pasar karbon.
Pembukaan Seminar dan Raker APHI 2025
Seminar dan Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) 2025 resmi dibuka pada 9 Desember 2025 di Jakarta dengan mengangkat tema “Rekonfigurasi Hulu Hilir Kehutanan Berbasis Lanskap Menuju Kebangkitan Sektor Kehutanan.” Kegiatan ini turut melibatkan partisipasi luas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta lembaga mitra. Mutu Institute secara aktif berpartisipasi sebagai mitra penyelenggara, sejalan dengan komitmennya mendukung percepatan transformasi sektor kehutanan Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum APHI, Dr. Ir. Soewarso, MSi., IPU, yang menekankan pentingnya konsolidasi sektor kehutanan di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem hutan. Beliau menyoroti bahwa tata kelola kehutanan harus bergerak dari sekadar orientasi produksi menjadi sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, berbasis lanskap, dan adaptif terhadap dinamika krisis iklim.
Selanjutnya, Ir. Laksmi Wijayanti, MCP., CGCAE., QIA., CEIO, selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Kehutanan, menegaskan urgensi peningkatan struktur spasial kehutanan. Menurut beliau, tanpa basis data spasial yang kuat, program multiusaha kehutanan dan pemanfaatan jasa lingkungan, termasuk nilai ekonomi karbon tidak dapat berkembang secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya integrasi wilayah, kearifan lokal, dan pemulihan lanskap sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.
Tema dan Isu Kunci dalam Diskusi
Keseluruhan agenda ini disusun untuk memperkuat implementasi kebijakan strategis, termasuk Perpres 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, target FOLU Net Sink 2030, serta pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi. Pada pembukaan RAKER APHI 2025, Seminar “Rekonfigurasi Hulu Hilir Kehutanan Berbasis Lanskap Menuju Kebangkitan Sektor Kehutanan” membahas empat isu kunci terkait multiusaha berbasis lanskap, integrasi hulu–hilir, penguatan pasar karbon, dan peningkatan daya saing industri kehutanan. Moderator menegaskan benang merah diskusi: transformasi sektor kehutanan hanya dapat tercapai apabila pola lama ditinggalkan dan seluruh pihak berani mengadopsi pendekatan baru yang lebih adaptif.
Rekonfigurasi kehutanan berbasis lanskap melibatkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial dalam pengelolaan hutan. Misalnya, multiusaha berbasis lanskap mencakup kegiatan seperti agroforestry, ekowisata, dan pengembangan produk hutan non-kayu, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem. Integrasi hulu-hilir memastikan rantai nilai dari penebangan hingga produk akhir berjalan efisien, mengurangi limbah, dan mempromosikan inovasi teknologi seperti penggunaan drone untuk pemantauan hutan. Penguatan pasar karbon, di sisi lain, membuka peluang bagi perusahaan kehutanan untuk mendapatkan insentif finansial melalui mekanisme perdagangan karbon, yang didukung oleh standar internasional seperti REDD+ dan VCS. Hal ini juga mendorong peningkatan daya saing industri dengan fokus pada sertifikasi berkelanjutan dan akses ke pasar global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan.
Fokus pada Mitigasi Bencana dan Kebijakan Strategis
Isu mitigasi bencana menjadi salah satu fokus penting dalam Raker tahun ini. Bencana hidrometeorologi yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan adanya degradasi ekosistem dan ketidakseimbangan tata ruang. Melalui pendekatan lanskap, APHI mendorong kolaborasi multipihak untuk meminimalkan risiko bencana, memperbaiki tata air, meningkatkan tutupan hutan, serta memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Mitigasi bencana dalam konteks kehutanan melibatkan strategi seperti reboisasi lahan kritis, pengembangan hutan mangrove untuk pencegahan abrasi, dan implementasi sistem peringatan dini berbasis data spasial. Kolaborasi multipihak ini mencakup kerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan organisasi internasional untuk membangun ketahanan wilayah. Adapun kebijakan strategis seperti Perpres 110/2025 memberikan landasan hukum untuk menghitung dan memperdagangkan nilai ekonomi karbon, yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi pengusaha hutan. Target FOLU Net Sink 2030, yang bertujuan menjadikan sektor kehutanan sebagai penyerap karbon bersih, memerlukan investasi dalam teknologi pengukuran dan verifikasi karbon yang akurat, seperti yang didukung oleh lembaga seperti Mutu Institute.
Peran Mutu Institute dalam Transformasi Kehutanan
Sebagai mitra, Mutu Institute berperan mendukung penyelenggaraan seminar dan raker, sekaligus berkomitmen memperkuat kapasitas teknis para pemegang PBPH melalui standardisasi, pelatihan, dan pengembangan metodologi pengukuran karbon. Kehadiran Mutu Institute menegaskan kontribusinya dalam membangun ekosistem kehutanan yang transparan, kredibel, dan berdaya saing global.
Mutu Institute telah lama berkontribusi dalam pengembangan metodologi pengukuran karbon yang sesuai dengan standar nasional dan internasional, seperti ISO 14064 dan UNFCCC. Melalui pelatihan intensif, institut ini membantu pemegang izin usaha pemanfaatan hutan (PBPH) untuk mengadopsi praktik terbaik dalam inventarisasi karbon, yang meliputi penggunaan alat seperti LIDAR dan software GIS untuk akurasi tinggi. Selain itu, Mutu Institute juga terlibat dalam proyek-proyek kolaboratif untuk pengembangan kredit karbon berkualitas, memastikan bahwa setiap kredit karbon yang dihasilkan dapat diverifikasi dan diperdagangkan di pasar global. Komitmen ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis tetapi juga mendorong inovasi dalam pengelolaan hutan lestari, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pencapaian target keberlanjutan nasional.
Kesimpulan dan Langkah Maju
Raker APHI 2025 tidak hanya menjadi forum koordinasi tahunan, tetapi juga langkah strategis untuk merumuskan langkah percepatan kebangkitan sektor kehutanan Indonesia. Dengan semakin menguatnya agenda hilirisasi, ekonomi hijau, dan integrasi nilai ekonomi karbon, kolaborasi antara asosiasi, pemerintah, dan lembaga pendukung seperti Mutu Institute menjadi kunci menuju masa depan kehutanan yang berketahanan dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan di bidang lingkungan, kehutanan, pertanian, dan perkebunan, kunjungi situs resmi Mutu Institute atau hubungi tim kami melalui kontak yang tersedia.
WhatsApp di 0857 1644 5217 (Chandra) atau ikuti kami di Instagram untuk melihat update pelatihan dan informasi terbaru.
Anda juga bisa mengunjungi saluran Youtube kami untuk melihat dokumentasi – dokumentasi selama pelatihan.
Kami juga mempunyai komunitas di Facebook untuk berdiskusi.
Mutu Institute siap mendukung peningkatan kapasitas dan implementasi praktik kehutanan yang lebih adaptif dan bertanggung jawab. Bersama, kita memperkuat kompetensi, mendorong transformasi, dan mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan bagi masa depan.