Service excellent atau pelayanan prima adalah upaya memberikan layanan terbaik yang melampaui harapan pelanggan dengan mengedepankan sikap profesional, komunikasi efektif, dan solusi cepat. Di instansi publik seperti BRMP, penerapan service excellent bertujuan untuk membangun kepercayaan (trust) serta memastikan kepuasan seluruh pemangku kepentingan. Untuk mencapai standar ini, organisasi perlu mengadopsi budaya kerja yang responsif dan berorientasi pada hasil yang akuntabel.
Lembang, 21 Januari 2026 — Mutu Institute telah menyelenggarakan Pelatihan Service Excellent bagi BRMP Sayuran Lembang yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 25 peserta yang berasal dari berbagai lingkup kerja di lingkungan BRMP Sayuran Lembang, mulai dari unit pelayanan, administrasi, hingga jajaran manajemen.
Apa Tujuan Utama Pelatihan Service Excellent bagi Institusi?
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan konsep pelayanan prima (service excellent) secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari. Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Hammad Zahid, trainer profesional yang berpengalaman dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di bidang pelayanan dan komunikasi efektif.
Berikut adalah tabel perbandingan antara pelayanan standar dengan Service Excellent yang menjadi fokus dalam pelatihan kami:
| Dimensi Pelayanan | Pelayanan Standar (Biasa) | Service Excellent (Prima) |
| Responsivitas | Menanggapi saat sempat | Responsif dan cepat tanggap |
| Komunikasi | Sekadar menyampaikan informasi | Empati dan komunikatif |
| Sikap (Attitude) | Kaku dan formal | Ramah, profesional, dan solutif |
| Penyelesaian Masalah | Tergantung prosedur manual | Inisiatif tinggi dan tuntas |
Bagaimana Penerapan Prinsip Pelayanan Prima di Lingkungan Kerja?
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai prinsip dasar service excellent, sikap dan perilaku pelayanan yang profesional, teknik komunikasi yang efektif, serta peran strategis setiap individu dalam membangun citra positif organisasi. Metode penyampaian dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan studi kasus yang relevan dengan kondisi kerja di BRMP Sayuran Lembang.
Mengapa Antusiasme dan Komitmen Peserta Menjadi Kunci Keberhasilan?
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman terkait tantangan pelayanan yang dihadapi di unit kerja masing-masing. Hal ini menunjukkan komitmen BRMP Sayuran Lembang dalam meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari manajemen, setiap poin pembelajaran dalam pelatihan ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan menjadi standar operasional baru yang lebih ramah pengguna.
Melalui pelatihan Service Excellent ini, Mutu Institute berharap dapat mendukung BRMP Sayuran Lembang dalam membangun budaya kerja yang profesional, responsif, and berorientasi pada kepuasan layanan, baik bagi pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Kami percaya bahwa budaya pelayanan yang kuat akan memperkokoh reputasi institusi di mata masyarakat luas.
Apakah institusi Anda ingin membangun tim yang lebih komunikatif dan profesional dalam melayani pelanggan? Mutu Institute menyediakan program pelatihan Service Excellent yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan industri Anda.
Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, silakan hubungi Contact Person (Rizal) di +62 878 7278 5517. Atau ikuti kami di Instagram untuk melihat update pelatihan dan informasi terbaru.
Anda juga bisa mengunjungi saluran Youtube kami untuk melihat dokumentasi – dokumentasi selama pelatihan.
Kami juga mempunyai komunitas di Facebook untuk berdiskusi.
FAQ: Pertanyaan Terkait Service Excellent (People Also Ask)
1. Apa saja 3 pilar utama dalam Service Excellent?
Tiga pilar utama dalam pelayanan prima meliputi Attitude (sikap yang benar), Attention (perhatian yang tulus kepada kebutuhan pelanggan), dan Action (tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah).
2. Mengapa unit administrasi juga perlu mengikuti pelatihan Service Excellent?
Karena setiap unit di organisasi saling berkaitan. Unit administrasi memberikan layanan kepada unit teknis (pelanggan internal). Jika layanan internal buruk, maka kualitas layanan akhir ke pelanggan eksternal juga akan terganggu.
3. Bagaimana cara mengukur keberhasilan penerapan Service Excellent?
Keberhasilan dapat diukur melalui peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), berkurangnya jumlah keluhan, serta meningkatnya efisiensi waktu dalam pemberian layanan.