1. Definisi Tujuan dan Ruang Lingkup
Definisi Tujuan:
Pada tahap awal, perusahaan harus merumuskan tujuan yang jelas dan terukur untuk analisis siklus hidup/Life Cycle Assessment (LCA). Tujuan ini bisa beragam, seperti:
- Meningkatkan Efisiensi Produksi: Perusahaan berupaya mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses produksi yang dapat dioptimalkan untuk mengurangi penggunaan energi dan bahan baku, sehingga menciptakan proses yang lebih ramping dan berkelanjutan.
- Memenuhi Regulasi Lingkungan: Dalam menghadapi tuntutan regulasi pemerintah yang semakin ketat, perusahaan perlu melakukan LCA untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang mengharuskan pengurangan emisi dan penggunaan bahan berbahaya.
- Meningkatkan Citra Merek: Dengan menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan, perusahaan dapat menarik perhatian konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan, sekaligus membangun loyalitas merek yang lebih kuat.
Ruang Lingkup:
Ruang lingkup analisis mencakup batasan-batasan yang jelas, seperti:
- Sistem Produk: Menentukan produk spesifik yang akan dianalisis, misalnya, botol plastik yang digunakan untuk kemasan minuman.
- Batasan Geografis: Apakah analisis akan mencakup seluruh dunia atau hanya wilayah tertentu, seperti pasar lokal atau regional?
- Siklus Hidup: Menentukan tahap mana dalam siklus hidup produk yang akan dianalisis, mulai dari ekstraksi bahan baku hingga pembuangan akhir.
Contoh:
Sebuah perusahaan minuman berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dari botol plastik yang mereka produksi. Mereka menetapkan tujuan untuk mengurangi emisi karbon selama proses produksi dan distribusi, serta menentukan bahwa analisis akan mencakup seluruh siklus hidup botol, dari produksi hingga pembuangan.
2. Inventaris Data (LCI)
Pengumpulan Data:
Tahap ini melibatkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif tentang semua aliran dalam siklus hidup produk. Data yang dikumpulkan meliputi:
- Bahan Baku: Jenis dan jumlah bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
- Energi: Energi yang digunakan dalam proses produksi, transportasi, dan distribusi.
- Emisi: Emisi gas rumah kaca dan polutan lainnya yang dihasilkan selama proses.
Validasi Data:
Data yang dikumpulkan harus diverifikasi untuk memastikan keakuratan dan keandalannya. Ini bisa melibatkan:
- Cross-checking: Memeriksa data dengan sumber lain atau studi sebelumnya untuk memastikan konsistensi.
- Konsultasi dengan Ahli: Menggunakan pengetahuan dari ahli di bidang terkait untuk memastikan data yang dikumpulkan relevan dan akurat.
Agregasi Data:
Data yang telah divalidasi kemudian disusun dalam format yang terstruktur, sehingga memudahkan analisis lebih lanjut.
Contoh:
Untuk botol plastik, perusahaan mengumpulkan data tentang jumlah plastik yang digunakan (misalnya, 1 ton plastik per 10.000 botol), energi yang diperlukan untuk memproduksi botol (misalnya, 500 kWh per ton plastik), dan emisi yang dihasilkan selama proses tersebut (misalnya, 1 ton CO2 per ton plastik).
3. Penilaian Dampak (LCIA)
Pemilihan Kategori Dampak:
Pada tahap ini, perusahaan memilih kategori dampak yang relevan untuk dianalisis. Kategori ini bisa mencakup:
- Pemanasan Global: Mengukur kontribusi produk terhadap perubahan iklim.
- Pencemaran Udara: Mengidentifikasi emisi yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.
- Penggunaan Sumber Daya: Mengukur penggunaan sumber daya alam, seperti air dan energi.
Klasifikasi dan Karakterisasi:
Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan ke dalam kategori dampak yang relevan dan diubah menjadi indikator yang dapat diukur. Ini melibatkan:
- Klasifikasi: Mengelompokkan emisi dan penggunaan sumber daya ke dalam kategori dampak.
- Karakterisasi: Menghitung dampak dari setiap kategori berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
Contoh:
Perusahaan menganalisis data dan menemukan bahwa 70% dari total emisi karbon berasal dari proses produksi botol plastik, sementara 30% berasal dari transportasi. Mereka juga menemukan bahwa penggunaan energi dalam produksi berkontribusi signifikan terhadap jejak karbon.
4. Interpretasi
Identifikasi Isu Signifikan:
Setelah analisis, perusahaan harus menentukan area yang paling berdampak berdasarkan hasil analisis. Ini membantu dalam mengidentifikasi langkah-langkah yang paling efektif untuk mengurangi dampak lingkungan.
Kesimpulan dan Rekomendasi:
Berdasarkan hasil analisis, perusahaan menyusun rekomendasi untuk mengurangi dampak lingkungan. Ini bisa mencakup:
- Perubahan Bahan Baku: Beralih ke bahan baku yang lebih ramah lingkungan, seperti bioplastik yang terbarukan.
- Optimalisasi Proses Produksi: Mengimplementasikan teknologi baru yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan mengurangi limbah.
Contoh:
Setelah menganalisis hasil, perusahaan memutuskan untuk beralih ke bahan baku yang lebih ramah lingkungan dan mengoptimalkan proses produksi untuk mengurangi konsumsi energi. Mereka juga mempertimbangkan untuk mengadopsi sistem pengemasan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta meningkatkan program daur ulang untuk botol plastik yang telah digunakan.
Dengan pendekatan yang sistematis dan terencana, perusahaan tidak hanya dapat mengurangi dampak lingkungan dari produk mereka, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan global dan menciptakan nilai tambah bagi konsumen dan pemangku kepentingan.
WhatsApp di 0819 1880 0012 atau ikuti kami di Instagram untuk melihat update pelatihan dan informasi terbaru.
Anda juga bisa mengunjungi saluran YouTube kami untuk melihat dokumentasi – dokumentasi selama pelatihan.
Kami juga mempunyai komunitas di Facebook untuk berdiskusi.