Artikel ini akan menjelaskan mengenai apa itu reliability, aspek-aspek reliability, apa saja fungsinya dalam kelistrikan serta faktor-faktor yang dikaji.
Untuk berjalannya suatu proses industri, banyak faktor yang memberikan peran penting. Salah satunya adalah suplai kelistrikan yang andal atau kerap disebut Power System Reliability.
Hal ini sangat diperlukan untuk menciptakan sistem kelistrikan yang baik sehingga bisa memaksimalkan produktivitas peralatan yang digunakan. Nah, berikut penjelasan lengkap agar Anda memahami apa itu reliability.
Apa Itu Reliability
Reliability atau keandalan merupakan kemungkinan suatu sistem atau komponen untuk melakukan fungsi yang telah diatur dalam kurun waktu serta kondisi tertentu, dalam hal ini berkaitan dengan sistem kelistrikan (power reliability).
Untuk diketahui, listrik akan diproduksi bila ada penggunaan dari domestik atau industri. Karena tidak dapat disimpan dalam jumlah besar, maka pembangkit listrik di kawasan tersebut akan memberi respons saat itu juga ketika salah satu konsumen menggunakan daya.
Di sini fungsi keandalan ini berjalan, yakni sistem bisa memenuhi kebutuhan beban sistem secara ekonomis dan menjaga keberlangsungan.
Pada sistem listrik bertegangan tinggi, semuanya saling berhubungan dan berfungsi sebagai suatu kesatuan meski memiliki fungsi dan peran berbeda. Ini terlihat nyata, misalnya ketika satu saluran transmisi tidak digunakan, maka daya akan mengalir pada saluran lainnya.
Karena infrastruktur transmisi yang dibuat kokoh, maka listrik mampu bergerak lebih efisien dan memberi akses ke daya berbiaya rendah.
Kegagalan sistem transmisi pada area yang luas bisa menyebabkan pemadaman. Penyebabnya sangat beragam mulai dari kerusakan peralatan, pasokan bahan bakar yang menurun, kondisi alam atau kesalahan pengguna. Tentu saja ini sangat merugikan terutama dalam bidang industri.
Kabar baiknya, pemadaman listrik bisa diminimalkan dengan melibatkan operator jaringan. Dalam hal ini, ISO sangat diperlukan demi tercapainya perencanaan dan pengoperasian sistem secara baik sehingga tidak terjadi pemadaman karena sudah sesuai dengan standar keandalan.
Sistem ketenagalistrikan memiliki fungsi dasar melayani pelanggan dengan listrik, baik besar ataupun kecil, dengan seekonomis dan seandal mungkin. Dalam sistem ketenagalistrikan, reliability atau keandalan adalah kemampuan untuk menyuplai pasokan listrik dalam jangka waktu tertentu selama masa operasional yang dijalani.
Reliability Pembangkit dalam Sistem Kelistrikan

Reliability dalam kapasitas pembangkit artinya adanya kapasitas yang cukup untuk memenuhi beban sistem. Dalam sistem yang terdiri dari banyak unit pembangkit, maka keandalan unit-unit pembangkit sangat diutamakan. Terdapat dua istilah dalam reliability power yakni:
- Loss of Load Probability (LOLP)
Loss of Load adalah kondisi ketika pembangkit tidak dapat memenuhi kebutuhan beban. Adapun probabilitas LOLP merupakan metode pengukuran tingkat dengan mempertimbangkan kemungkinan sistem pembangkit tidak dapat menyuplai beban secara penuh.
Bila nilai LOLP kecil maka nilai keandalan sistem semakin tinggi. Sebaliknya, ketika nilai LOLP makin besar, keandalan sistem pun semakin turun. Namun, nilai LOLP dapat diperkecil dengan penambahan daya atau menurunkan nilai Forced Outage Rate (FOR) unit pembangkit.
Dua langkah ini dipastikan bisa memperkecil probabilitas daya yang ada. Dalam menentukan besarnya nilai LOLP pada suatu sistem harus dipertimbangkan faktor penyediaan tenaga listrik pada sistem tersebut.
- Forced Outage Rate (FOR)
Merupakan nilai kinerja pada unit pembangkit, yang diambil dari jumlah durasi gangguan unit per satuan waktu. Biasanya nilai ini ada dalam kurun waktu satu tahun. FOR juga sering disebut sebagai kemungkinan terjadinya gangguan pada unit tertentu yang hadir dalam bentuk persen atau angka desimal.
Misalkan, apabila sebuah unit pembangkit mempunyai FOR = 0,03 maka kemungkinan unit ini beroperasi adalah sesuai rumus availability 99,97% atau 1- 0,03 (nilai FOR). Dalam hal ini, kemungkinan mengalami gangguan adalah 0,07 sesuai dengan nilai FOR-nya.
Karena itu, besarnya cadangan daya tersedia sangat bergantung pada FOR unit-unit pembangkit. Bila nilai FOR makin kecil, maka semakin tinggi jaminan yang diperoleh. Sebaliknya, bila nilai FOR semakin besar, maka jaminan yang didapat pun semakin kecil.
Aspek Dalam Reliability Kelistrikan
Untuk memahami apa itu reliability dalam sistem kelistrikan sangatlah kompleks lantaran banyak faktor yang berpengaruh. Mulai dari penyebaran yang luas, keterbatasan operator hingga perilaku sistem yang tidak terduga. Dalam proses pengkajiannya, terdapat dua aspek yakni:
- Kecukupan (Adequacy)
Aspek ini berkaitan dengan ketersediaan fasilitas yang memadai dalam sistem untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Mulai dari ketersediaan pembangkit, transmisi serta sistem distribusi untuk menghantarkan listrik yang dihasilkan.
- Keamanan (security)
Aspek selanjutnya ini berhubungan dengan tanggapan sistem terhadap gangguan, termasuk gangguan yang sifatnya lokal maupun luas, serta kehilangan transmisi utama.
Dalam proses perencanaan, indeks kecukupan memberikan informasi yang realistis dan komprehensif terkait kelemahan sistem, perbandingan dengan desain sistem alternatif serta bagaimana kemungkinan pengembangannya.
Ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan. Adapun aspek keamanan dimanfaatkan untuk mengambil keputusan penilaian cadangan.
Biasanya, reliability kelistrikan dapat dievaluasi menggunakan pendekatan analitis serta simulasi. Teknik analisis mengevaluasi indeks reliabilitas dengan cara matematis. Sementara itu, teknik simulasi, sering dikenal sebagai Simulasi Monte Carlo, memperkirakan indeks dengan menyimulasikan proses aktual dan perilaku acak pada sistem.
Teknik Pengkajian Reliability

Dalam mengkaji reliability suatu sistem kelistrikan dapat digunakan dua teknik, yakni:
- Teknik Deterministik
Teknik ini merupakan teknik tradisional sehingga tidak dapat melihat kemungkinan alami dari semua sistem kelistrikan.
- Teknik Probabilistik
Teknik ini memanfaatkan proses pendekatan analitis serta simulasi. Teknik Probabilistik sudah terbukti paling bagus untuk mengakomodasi perilaku sistem kelistrikan. Contoh tool yang sering digunakan adalah Power Factory, RAPS.
Teknik pengkajian secara probabilistik sekarang ini kerap digunakan lantaran sifat alami dari jaringan listrik yang acak. Tak hanya itu, realisasi beban yang tidak pasti serta perubahan dalam sistem juga membuat teknik ini cocok digunakan.
Penggunaan Reliability Kelistrikan
Reliability dalam sistem kelistrikan dapat digunakan pada berbagai tahapan, dimulai dari proses perencanaan sebuah sistem. Bila telah mengetahui kebutuhan desain, Anda bisa mengidentifikasi bagian mana saja yang menjadi titik lemah agar dapat dilakukan penguatan atau modifikasi sesuai dengan kebutuhan sistem.
Selain itu, penerapannya pun dapat dilakukan ketika sistem kelistrikan sudah beroperasi. Tujuannya untuk memantau kinerja sistem dari waktu ke waktu.
Dalam menjalankan operasionalnya, sebuah industri memerlukan suplai kelistrikan (Power System Reliability) dengan standar kualitas yang baik. Sistem kelistrikan yang mumpuni dapat meningkatkan jangka waktu pemakaian peralatan serta meminimalkan potensi bahaya kebakaran.
Karena itu, sangat penting memiliki staf yang betul-betul paham mengenai apa itu reliability dalam dunia kelistrikan.
Salah satu langkah cerdas yang bisa dilakukan adalah mengikutkan tenaga profesional Anda untuk mengikuti pelatihan bersama dengan Mutu Institute. Selain penjelasan lengkap mengenai apa itu reliability, materi training yang disajikan juga sudah mengikuti standar terkini.
Jadi Anda tak perlu takut ketinggalan. Segera bergabung dengan Mutu Institute demi mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif dan bermanfaat sesuai kebutuhan perusahaan maupun individu.
Ingin mengikuti Pelatihan/Training? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau 0819-1880-0007.