Bekerja secara objektif dan independen, apa saja yang dihasilkan internal auditor di perusahaan? Berikut tiga temuan yang harus mereka hasilkan saat audit internal.
Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa sebetulnya yang dihasilkan oleh internal auditor?
Sebelum menjawab, mari cari tahu dahulu apa saja aktivitas yang dilakukan dalam proses audit internal. Menurut Sawyer’s, Dittenhofer, dan Scheiner (2006), auditor internal bertugas melakukan kegiatan assurance secara objektif dan konsultasi independen.
Para auditor merancang kegiatan ini guna memberi nilai tambah, mengevaluasi, dan memperbaiki operasi sebuah perusahaan.
Lewat aktivitas audit internal, organisasi dapat mencapai tujuan yang ditargetkan dengan memakai pendekatan sistematis dan disiplin, terutama dalam mengevaluasi serta memperbaiki efektivitas kontrol, tata kelola, dan manajemen risiko.
Jadi, hilangkan lebih dahulu anggapan bahwa pekerjaan auditor internal hanya sekadar mencari-cari kesalahan tiap divisi di perusahaan.
Justru, proses audit internal berperan strategis dalam memajukan dan mengembangkan perusahaan dengan menghasilkan temuan audit. Mari simak apa pengertian serta penjelasan temuan audit berikut ini.
Apa Itu Temuan Audit?
Temuan audit sebenarnya merupakan hasil dari proses perbandingan dua hal, yaitu “apa yang seharusnya terdapat” dan “apa yang ternyata terdapat”. Temuan audit merujuk pada penyimpangan suatu standar yang sebelumnya sudah ditetapkan perusahaan.
Maka, perusahaan harus melakukan pengawasan internal secara cermat, bersikap kritis, dan mampu menganalisa untuk mengungkap atau mendeteksi penyimpangan yang mungkin terjadi.
Temuan audit hadir dalam berbagai macam bentuk, tetapi internal auditor tidak selalu melaporkan setiap kelemahan yang ditemukan. Temuan audit yang perlu sampai ke telinga jajaran manajemen perusahaan memiliki syarat:
- Cukup signifikan sehingga layak diteruskan ke manajemen.
- Didukung dokumentasi dan bukti yang relevan, memadai, dan kompeten.
- Dibuat secara objektif.
- Relevan dengan masalah atau isu yang ada saat ini.
- Cukup meyakinkan sehingga dapat mendorong pengambilan tindakan untuk memperbaiki situasi yang disebabkan kelemahan tersebut.
Jenis Temuan Audit
Seorang auditor internal perlu menguji dengan memproyeksikan bagaimana kelemahan itu akan diperhatikan oleh orang lain dalam situasi normal dan bersikap hati-hati. Ini menjadi salah satu indikator apakah temuan itu layak dilaporkan.
Lebih lanjut, auditor juga wajib melakukan uji efektivitas pengendalian internal, memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran, serta mendalami kemungkinan adanya ketidakpatutan dan kecurangan.
Secara umum, temuan audit dibagi menjadi tiga, yaitu:
Temuan terhadap pengendalian internal
Temuan ini merujuk pada sesuatu yang sudah memiliki prosedur standar, tetapi tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Contoh, tidak ada kejelasan terkait pembagian tugas salah satu staf sehingga satu orang bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus yang tidak sesuai dengan job description awal.
Temuan yang disebabkan kecurangan (fraud)
Temuan kecurangan bisa didapat dari dugaan kecurangan dalam pelaporan keuangan maupun indikasi kecurangan akibat perlakuan yang tidak semestinya. Sebut saja, manipulasi, perubahan catatan, atau pemalsuan dokumen.
Temuan yang mengarah pada perbuatan melanggar hukum
Disebut sebagai tindakan pelanggaran peraturan perundangan atau illegal acts, berarti suatu tindakan dianggap melanggar hukum yang berlaku, dalam hal ini perundang-undangan Republik Indonesia.
Kualitas Internal Auditor pada Temuan Audit
Sekali lagi, auditor internal berfungsi melakukan penilaian independen dalam perusahaan untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Perusahaan tahu sejauh mana seluruh kegiatan telah berlangsung efektif dan efisien. Oleh karena itu, dalam menyusun laporan hasil audit internal, auditor harus memperhatikan prinsip berikut:
- Fokus pada perbaikan atau kemajuan operasional yang telah dicapai, berikut detail pengungkapan secara detail.
- Pengungkapan temuan harus mengarah pada upaya tindakan korektif yang akan dilaksanakan manajemen, bukan berniat merugikan pihak yang diaudit.
- Pengungkapan temuan harus dibatasi sesuai konteks program yang diaudit dan hasil yang telah dicapai secara umum.
- Auditor harus berupaya menangani masalah pengungkapan secara cermat dan berprinsip pada tujuan peningkatan dukungan fungsi internal audit di perusahaan.
- Auditor internal harus menjaga, meningkatkan, dan mempertahankan kepercayaan dari pihak yang diaudit dan manajemen operasional.
Berpijak pada hal tersebut, seorang internal auditor harus mempunyai independensi dalam proses audit internal. Dengan begitu, mereka dapat menyusun laporan hasil audit internal yang objektif dan sesuai fakta dari temuan audit di lapangan.
Ingin mengikuti Pelatihan/Training? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau 081918800013. Follow juga Instagram Mutu Institute di @mutu_institute untuk update pelatihan latihannya.
Referensi
Subiyanto, Nova Triyanti. “Independensi dan Kualitas Auditor Internal Terhadap Temuan Audit”. Dalam Berkala Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, Vol. 1, No. 2, Maret 2012. Diakses melalui https://media.neliti.com/media/publications/183702-ID-none.pdf