Mengapa Sertifikasi RSPO penting? demi meyakinkan produksi minyak sawit dilakukan berkelanjutan dan menjaga integritas perdagangan komoditi itu. Begini ulasannya.
Tahukah Anda bahwa Indonesia mendominasi produksi minyak sawit dunia?
Sebagai produsen dan eksportir minyak sawit terbesar, Indonesia menyuplai hampir 90% kebutuhan minyak sawit dunia. Untuk memuluskan perdagangan komoditi andalan ini, perusahaan dan pekebun sawit swadaya perlu mengantongi sertifikasi RSPO.
Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di industri perkebunan kelapa sawit tentu sudah tidak asing dengan istilah Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO.
Bersama sistem sertifikasi berkelanjutan nasional atau dikenal sebagai Indonesia Sustainable Palm (ISPO), kepemilikan kedua sertifikat ini diyakini mampu membuat industri kelapa sawit Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia.
Seperti apakah sertifikat yang dirilis RSPO ini? Apa saja kriteria yang perlu dipenuhi? Mari simak ulasan berikut.
Apakah RSPO itu?
Sebagai asosiasi nirlaba, tujuan pendirian RSPO pada tahun 2004 tak lain demi menaikkan pertumbuhan dan pemakaian produk minyak sawit berkelanjutan yang sesuai dengan standar global sekaligus melibatkan para stakeholder.
Zurich, Swiss menjadi lokasi kantor pusat organisasi ini, sedangkan sekretariat bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, dan berdiri pula kantor perwakilannya di Jakarta.
Asosiasi ini berupaya mendudukkan para stakeholder atau pemangku kepentingan dalam satu wadah sama. Dalam industri minyak sawit ada tujuh stakeholder yang masing-masing punya andil sendiri.
Mulai dari produsen kelapa sawit, pedagang atau pemroses kelapa sawit, produsen barang konsumen, pengecer, investor dan bank, LSM konservasi alam atau pelestarian lingkungan, hingga LSM sosial.
Filosofi “roundtable” yang diusung menekankan bahwa setiap kelompok stakeholder punya hak sama dalam membawa agenda spesifik masing-masing.
Bahkan, asosiasi ini harus mampu memfasilitasi kerja sama dan mengelaborasi kepentingan semua pihak untuk menuju tujuan sama sehingga setiap pembuatan keputusan harus berlandaskan konsensus.
Lebih lanjut, RSPO berusaha meningkatkan kesadaran praktik produksi minyak sawit berkelanjutan. Visi dan misinya jelas, RSPO ingin industri ini tetap bisa berjalan dengan memberi perhatian ekstra pada isu-isu lingkungan.
Sebut saja, mengurangi deforestasi, pelestarian keanekaragaman hayati, serta menjaga kehidupan masyarakat pedesaan di sekitar lahan perkebunan sawit.
Pembukaan lahan perkebunan sawit misalnya, tidak mengorbankan hutan primer atau kawasan bernilai konservasi tinggi. Begitu pula dengan praktik pengelolaan perkebunan harus memenuhi hak dasar dan kehidupan pekerja perkebunan, petani kecil, dan masyarakat setempat.
Siapa Saja yang Harus Memiliki Sertifikasi RSPO?

Hampir serupa dengan sistem ISPO, ada beberapa penerapan yang perlu diketahui sebelum mengambil sertifikasi RSPO. Perusahaan perkebunan sawit yang terintegrasi dengan usaha pengolahan sebaiknya harus mengantongi sertifikat ini.
Selain itu, ada tiga jenis usaha yang diharapkan secara sukarela mau bergabung dengan asosiasi nirlaba ini.
- Usaha kebun plasma dengan menggunakan lahan pencadangan pemerintah, perusahaan perkebunan, kebun masyarakat maupun lahan milik pekebun yang memiliki fasilitas dari perusahaan perkebunan dalam membangun kebunnya.
- Usaha kebun swadaya, kebun ini dibangun atau dikelola sendiri oleh pekebun, dalam hal ini masyarakat sekitar, seperti kelompok tani.
- Perusahaan perkebunan yang bertindak sebagai produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan.
RSPO mempunyai karakteristik yang melibatkan keanggotaan dari semua pihak pemangku kepentingan terkait industri minyak sawit.
Dengan prinsip sukarela, pengelolaan perusahaan perkebunan sawit harus bersifat transparan dan berorientasi pada aksi serta hasil nyata. Plus, setiap anggota RSPO perlu punya komitmen tinggi terhadap produksi dan pemanfaatan kelapa sawit yang ramah lingkungan.
Apa Saja Prinsip RSPO?
Principle and Criteria RSPO untuk Sustainable Palm Oil Production atau P&C RSPO menjadi panduan global bagi negara-negara produsen minyak sawit. Ada delapan dasar serta 39 kriteria praktis yang bisa dijadikan acuan dalam memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan.
Kedelapan dasar tersebut adalah:
- Komitmen atas transparansi
- Kepatuhan atas perundangan atau hukum serta peraturan yang berlaku di negara setempat
- Komitmen untuk membuat kelayakan keuangan dan ekonomis dalam jangka panjang
- Penggunaan praktik terbaik sekaligus tepat, baik oleh perkebunan maupun pabrik pengolahan
- Tanggung jawab atas lingkungan, termasuk konservasi sumber daya serta keanekaragaman hayati
- Tanggung jawab atas pegawai, individu, serta komunitas yang terdampak kehadiran perkebunan dan pabrik
- Pengembangan area perkebunan baru secara bertanggung jawab
- Komitmen terus menerus atas peningkatan bagian-bagian utama dalam aktivitas perusahaan.
Atas dasar prinsip tersebut, RSPO membangun dua sistem sertifikasi. Pertama, guna memastikan produksi minyak sawit dilakukan secara berkelanjutan.
Kedua, guna meyakinkan integritas perdagangan minyak sawit berkelanjutan, dengan menitikberatkan komoditi minyak sawit benar merupakan minyak berkelanjutan dan diproduksi oleh perkebunan sawit yang telah tersertifikasi.
Badan sertifikasi pihak ketiga terlibat aktif dalam menjalankan sistem sertifikasi tersebut. Berbekal sistem sertifikasi ketat, pengolah minyak sawit hingga konsumen bisa percaya bahwa produk yang dipakai betul-betul mengandung maupun mendukung minyak sawit berkelanjutan.
Mengapa Sertifikasi RSPO Penting
Setelah membaca pemaparan di atas, pertanyaan yang muncul adalah mengapa sertifikasi RSPO begitu penting?
Semua tergantung dari perspektif mana Anda memandang urgensi sertifikat ini.
Dari sudut pandang perusahaan
Dengan mengantongi sertifikasi ini, perusahaan bakal menikmati keuntungan sebagai berikut.
- Leluasa mengekspor CPO ke luar negeri karena sudah sesuai standar global sehingga bisa bersaing dengan hasil produksi negara lain.
- Harga jual yang premium alias lebih tinggi, CPO perusahaan yang telah mengantongi sertifikasi ini bisa lebih besar hingga US$6 per ton.
- Kredibilitas perusahaan meningkat karena bisa meyakinkan industri serta konsumen atas pengolahan minyak sawit secara berkelanjutan.
- Efisiensi operasional perusahaan. Penerapan tahapan sertifikasi mampu membuat proses produksi lebih sistematis sehingga lebih ramah lingkungan. Hal ini terbukti dari perusahaan yang telah tersertifikasi menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih rendah, memiliki pengelolaan air lebih baik, laju ekstraksi dan produktivitas meningkat, menyerap biogas lebih tinggi, serta berdampak rendah pada keragaman hayati.
- Performa perusahaan jauh lebih baik lantaran mampu mendapatkan premium lebih baik, serta keuangan dan ekuitas perusahaan pun meningkat.
Dari sudut pandang pekebun sawit swadaya
Sekitar 40% perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah milik petani, tetapi baru sedikit yang sudah mengantongi sertifikat ini. Padahal, pekebun sawit swadaya bisa mendapatkan berbagai keuntungan dari sistem tersebut, antara lain:
- Mereka dapat menjual minyak sawit ke perusahaan besar karena standar produksi minyak sawit yang dihasilkan sudah sama dengan hasil perusahaan perkebunan.
- Harga jual yang didapatkan lebih tinggi. Dengan mengelola lahan bersertifikasi, otomatis harga jual yang mereka dapat lebih tinggi mengingat semua hasil produksi terukur kuantitas dan kualitasnya.
- Hasil produksi cenderung meningkat. Proses sertifikasi mendorong pekebun sawit swadaya belajar banyak hal dalam pengelolaan kebun sawit milik mereka. Beberapa hal yang mereka pelajari seperti pencatatan transaksi buah, pengembangan dan pemberlakuan SOP, serta pembuatan Sistem Kendali Internal (SKI), mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi. Akhirnya, pendapatan yang diperoleh turut meningkat.
Berbagai hasil studi bersama mengungkapkan sertifikasi RSPO dan ISPO saling melengkapi. Keduanya menawarkan solusi efektif bagi para stakeholder terkait untuk mencapai praktik minyak sawit berkelanjutan di Indonesia.
Ingin mengikuti Pelatihan/Training? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau . Ikuti Training sesuai kebutuhan Anda Bersama Kami. Anda dapat mengajukan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan maupun individu. Hubungi Mutu Institute sekarang juga. Follow juga Instagram Mutu Institute di @mutu_institute untuk update pelatihan lainnya.
Baca juga: Prosedur Sertifikasi RSPO