Dalam era di mana keberlanjutan menjadi prioritas utama bagi perusahaan global, sertifikasi seperti ISCC PLUS memainkan peran krusial dalam memastikan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. ISCC PLUS, atau International Sustainability and Carbon Certification PLUS, adalah standar internasional yang dirancang untuk memverifikasi rantai pasok berkelanjutan, termasuk bahan baku seperti minyak sawit, biofuel, dan produk pertanian lainnya. Standar ini tidak hanya membantu perusahaan memenuhi regulasi lingkungan yang ketat, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar global yang semakin menuntut transparansi dan etika. Di Indonesia, sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, adopsi ISCC PLUS menjadi langkah strategis bagi perusahaan perkebunan untuk membangun kepercayaan mitra bisnis dan konsumen.
Mutu Institute, sebagai lembaga pelatihan dan konsultasi terkemuka di bidang sertifikasi keberlanjutan, terus berkomitmen untuk mendukung transformasi industri menuju praktik yang lebih hijau. Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal seperti PT Anglo-Eastern Plantations Management Indonesia menunjukkan bagaimana kolaborasi ini dapat menghasilkan dampak nyata. PT Anglo-Eastern Plantations Management Indonesia sendiri merupakan bagian dari Anglo Eastern Group, sebuah konglomerat perkebunan internasional yang mengelola ribuan hektar lahan di Asia Tenggara, dengan fokus pada produksi minyak sawit berkelanjutan. Perusahaan ini telah lama dikenal dengan upayanya dalam menerapkan standar RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan kini melangkah lebih jauh dengan persiapan ISCC PLUS untuk memperkuat posisinya di pasar ekspor.
Keberhasilan Pelatihan ISCC PLUS: Format Daring yang Efektif
Mutu Institute bekerja sama dengan PT Anglo Eastern Plantations Management Indonesia sukses menyelenggarakan Pelatihan ISCC PLUS pada 3–4 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 11 peserta dari PT Anglo Eastern Plantations Management Indonesia.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai standar sertifikasi ISCC PLUS sebagai pedoman dalam proses sertifikasi keberlanjutan, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam penerapannya di lingkungan perusahaan. Dalam konteks industri perkebunan, di mana tantangan seperti deforestasi, emisi karbon, dan hak pekerja sering menjadi sorotan, pelatihan semacam ini menjadi investasi jangka panjang. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan prinsip-prinsip ISCC PLUS ke dalam operasional harian, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk akhir.
Secara daring, pelatihan ini memanfaatkan teknologi untuk memastikan aksesibilitas yang tinggi, terutama bagi karyawan yang berbasis di berbagai lokasi perkebunan di Indonesia. Zoom Meeting dipilih karena fitur interaktifnya, seperti sesi tanya jawab langsung dan polling, yang membuat pembelajaran lebih dinamis. Meskipun hanya diikuti oleh 11 peserta, kelompok kecil ini memungkinkan diskusi mendalam dan personalisasi materi sesuai kebutuhan PT Anglo-Eastern Plantations Management Indonesia. Hal ini juga mencerminkan tren pasca-pandemi, di mana pelatihan virtual semakin populer karena efisiensi biaya dan jangkauan yang lebih luas.
Materi Pelatihan yang Komprehensif: Dari Konsep Dasar hingga Aplikasi Praktis
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi meliputi konsep dasar ISCC PLUS, dokumen sertifikasi, rantai pasok & traceability, audit bahan baku, serta pengelolaan material tersertifikasi (termasuk limbah, residu, dan kasus khusus).
Mari kita bahas lebih dalam materi-materi ini. Konsep dasar ISCC PLUS mencakup tiga pilar utama: keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Peserta diajarkan bagaimana standar ini memastikan bahwa seluruh rantai pasok bebas dari deforestasi, melindungi biodiversitas, dan mendukung komunitas lokal. Dokumen sertifikasi menjadi fokus penting, di mana peserta mempelajari persyaratan administratif seperti Mass Balance dan Segregated Supply Chain, yang memungkinkan pelacakan asal-usul produk secara akurat.
Rantai pasok & traceability adalah elemen kunci dalam ISCC PLUS, terutama untuk komoditas seperti minyak sawit yang sering dikaitkan dengan isu lingkungan. Peserta dibekali tools untuk memetakan alur bahan dari kebun hingga pabrik, menggunakan teknologi seperti blockchain untuk transparansi. Audit bahan baku melibatkan teknik inspeksi lapangan, termasuk verifikasi supplier dan pengujian kualitas, yang krusial untuk menghindari kontaminasi non-berkelanjutan.
Sementara itu, pengelolaan material tersertifikasi membahas tantangan spesifik seperti limbah dan residu. Di industri perkebunan, limbah seperti cangkang sawit atau air limbah bisa menjadi sumber polusi jika tidak dikelola dengan baik. Pelatihan menekankan pendekatan circular economy, di mana residu diubah menjadi biogas atau pupuk organik. Kasus khusus, seperti pengelolaan bahan kimia berbahaya atau konflik lahan, juga dibahas untuk mempersiapkan peserta menghadapi skenario nyata.
Instruktur pelatihan ini dirancang oleh tim ahli Mutu Institute, yang memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam sertifikasi internasional. Mereka menggunakan studi kasus dari perusahaan perkebunan sukses di Asia untuk membuat materi lebih relatable, sehingga peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan di tempat kerja.
Hasil Evaluasi: Peningkatan Kapasitas yang Signifikan dan Penghargaan Inspiratif
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata pre-test 54,55% naik menjadi 86,06% pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan bahwa materi yang disampaikan berhasil dipahami dengan baik oleh peserta dan efektif dalam meningkatkan kapasitas mereka terkait standar ISCC PLUS. Mutu Institute juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada tiga peserta dengan nilai post-test tertinggi serta satu peserta terbaik.
Peningkatan skor sebesar lebih dari 30% ini bukan hanya angka statistik, tetapi indikator keberhasilan program. Pre-test mengukur pengetahuan awal, sementara post-test menilai pemahaman setelah intervensi. Faktor seperti sesi praktik dan diskusi kelompok berkontribusi pada hasil ini. Penghargaan yang diberikan—mungkin berupa sertifikat atau plakat—berfungsi sebagai motivasi, mendorong peserta untuk terus belajar dan berbagi ilmu dengan rekan kerja.
Secara keseluruhan, pelatihan ini berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam persiapan menuju sertifikasi ISCC PLUS.
Respon positif ini terlihat dari feedback pasca-pelatihan, di mana peserta menyoroti kejelasan presentasi dan relevansi materi. Beberapa peserta bahkan menyatakan bahwa pelatihan ini membuka mata mereka terhadap risiko non-kepatuhan yang bisa berdampak pada reputasi perusahaan. Dengan implementasi yang sukses, PT Anglo-Eastern Plantations Management Indonesia diharapkan segera mencapai sertifikasi, yang akan membuka peluang ekspor ke Eropa dan Amerika, di mana regulasi seperti EU Deforestation Regulation (EUDR) semakin ketat.
Dampak Jangka Panjang: Membangun Budaya Keberlanjutan di Perusahaan
“Pelatihan ini sangat penting, terutama bagi kami sebagai perusahaan yang sedang mempersiapkan audit ISCC PLUS,” ujar Balintang Simanjuntak selaku EHS & Risk Management Controller PT Anglo-Eastern Plantations Management Indonesia.
Kutipan dari Balintang Simanjuntak ini menegaskan urgensi pelatihan di tengah persiapan audit. Sebagai EHS (Environment, Health, and Safety) & Risk Management Controller, beliau bertanggung jawab atas kepatuhan regulasi, dan ISCC PLUS menjadi alat untuk mengurangi risiko hukum serta lingkungan. Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen PT Anglo-Eastern untuk zero-deforestation, yang selaras dengan target global seperti Paris Agreement.
Lebih luas lagi, pelatihan seperti ini berkontribusi pada ekosistem keberlanjutan di Indonesia. Mutu Institute telah menyelenggarakan puluhan program serupa, melatih ribuan profesional di berbagai sektor. Manfaatnya meliputi pengurangan emisi karbon melalui praktik efisien, peningkatan kesejahteraan pekerja, dan dukungan bagi petani kecil yang bergabung dalam rantai pasok. Bagi perusahaan, sertifikasi ISCC PLUS dapat meningkatkan nilai jual produk hingga 10-20%, menurut data dari organisasi internasional seperti WWF.
Untuk mencapai kesuksesan penuh, perusahaan disarankan untuk mengintegrasikan pelatihan berkelanjutan, seperti workshop lanjutan atau audit internal rutin. Mutu Institute siap mendukung dengan layanan konsultasi, memastikan transisi yang mulus menuju sertifikasi.
Kesimpulan: Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Pelatihan ISCC PLUS ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan dapat mendorong perubahan positif di industri perkebunan. Dengan peningkatan kapasitas peserta dan dukungan dari Mutu Institute, PT Anglo-Eastern Plantations Management Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai sertifikasi dan berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action).
Bagi institusi yang tertarik mengadakan pelatihan serupa, Mutu Institute menyediakan berbagai program pelatihan bersertifikasi dengan pendekatan praktis dan berbasis kompetensi.
WhatsApp di 0819 1880 0012 atau ikuti kami di Instagram untuk melihat update pelatihan dan informasi terbaru.
Anda juga bisa mengunjungi saluran YouTube kami untuk melihat dokumentasi – dokumentasi selama pelatihan.
Kami juga mempunyai komunitas di Facebook untuk berdiskusi.