Pentingnya Supply Chain Certification – Bergerak dalam industri kelapa sawit, mengantongi sertifikasi RSPO untuk Supply Chain Certification dipandang penting. Apa saja alasan di balik itu?
Anda ingin menjual hasil produksi minyak sawit kepada perusahaan besar?
Umumnya buyer mensyaratkan perusahaan produsen bahan baku minyak sawit sudah melakukan sertifikasi RSPO Supply Chain Certification atau SCC. Tanpa kepemilikan sertifikat tersebut, hampir pasti perusahaan Anda akan menemui hambatan dalam perdagangan produk sawit dan turunannya.
SCC merujuk pada rangkaian persyaratan yang bisa diperiksa atau diaudit, serta dipakai suatu organisasi yang terlibat dalam rantai suplai minyak sawit.
Tujuan SCC tak lain guna memeragakan sistem kendali produk minyak sawit berkelanjutan sesuai RSPO. Standar tersebut merepresentasikan integritas perdagangan perusahaan dalam rantai suplai minyak sawit.
Dengan demikian, produsen minyak sawit terhindar dari praktik overselling maupun pencampuran minyak sawit berkelanjutan dan minyak sawit yang diolah secara konvensional.
Sekilas tentang Supply Chain Certification
SCC merupakan satu dari dua jenis sertifikasi RSPO yang ditujukan kepada perusahaan lain yang terlibat dalam rantai suplai minyak sawit. SCC diberlakukan guna menyatakan pelabelan produksi minyak sawit telah mematuhi komitmen sesuai prinsip dan kriteria RSPO.
Maka, aspek penilaian yang ditinjau dalam SCC bergerak dari kegiatan pengadaan, pengolahan atau pemrosesan, penghitungan hasil produksi, pelabelan, hingga penjualan. Selanjutnya, RSPO menerapkan tiga model atau sistem rantai suplai minyak sawit.
- Identity Preserved (IP), penelusuran minyak sawit berkelanjutan dapat diidentifikasi secara unik menuju satu identitas pabrik sawit bersertifikat RSPO.
- Segregated (SG), pengguna akhir menerima produk minyak sawit bersertifikat RSPO hanya dari sumber yang telah tersertifikasi.
- Mass Balance (MB), klaim bersertifikat berlaku pada produk yang ditransfer dari satu produk sawit lain ke produk lain, bisa dalam pencampuran fisik maupun administratif sehingga perlu melalui pengendalian yang ketat.
Dari ketiga sistem rantai suplai di atas, MB merupakan sistem yang paling umum ditemui. Setiap sistem mempunya persyaratan sendiri sehingga Anda benar-benar harus mencermatinya sebelum berencana melakukan sertifikasi RSPO SCC.
Lalu, ada satu lagi sistem rantai suplai yang disebut Book & Confirm (B&C). Namun, rantai suplai ini berlaku sesuai sertifikat dagang minyak sawit sehingga asal usul bahan baku tidak dipantau atau dilacak.
Siapa Saja yang Membutuhkan SCC?
Pertanyaan berikut yang tak kalah penting adalah siapa saja yang membutuhkan SCC? Dalam industri kelapa sawit ada begitu banyak pemangku kepentingan yang terlibat, tetapi tidak semua membutuhkan sertifikasi ini.
Khusus untuk SCC, perusahaan Anda akan membutuhkannya jika melakukan rangkaian aktivitas penyimpanan, pengangkutan, perdagangan, pemurnian, serta pemrosesan label atau kemasan produk minyak sawit berkelanjutan. Namun, syarat tersebut tidak ditujukan pada perusahaan retail.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan, perusahaan yang hendak melakukan proses sertifikasi supply chain wajib berstatus anggota RSPO. Begitu juga dengan subkontraktor atau penyedia layanan yang Anda pekerjakan. Sementara, perusahaan dengan multi-site disarankan untuk melakukan sertifikasi secara terpisah pada setiap site.
Baca juga: Cara Termudah Mendapatkan Sertifikasi RSPO
Pentingnya Supply Chain Certification dalam Industri Kelapa Sawit

Dalam rangkaian proses produksi barang kemasan, minyak sawit merupakan satu dari sekian bahan baku penting. Walau Anda tidak selalu bisa melihat wujud minyak sawit setelah diolah dan dikemas menjadi produk, tentu Anda ingin mengetahui dari mana asal bahan baku tersebut.
Diakui atau tidak, kampanye negatif hingga upaya pemboikotan minyak sawit sebagai bahan baku produk yang akrab dipakai di rumah tangga, menimbulkan tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan industri kelapa sawit.
Bukan hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga merembet pada aspek sosial dan tentu saja lingkungan. Maka, kehadiran minyak sawit berkelanjutan dipandang sebagai solusi terbaik saat ini.
Adalah fakta bahwa permintaan minyak nabati serbaguna ini masih terus bertambah karena memiliki efektivitas dan efisiensi tinggi ditinjau dari segi karakteristik harga dan kapasitas produksinya.
Belum lagi kenyataan di lapangan mengungkapkan industri minyak sawit mampu mempercepat pembangun pedesaan serta mengangkat kehidupan ekonomi pekerja. Tentu Anda tidak bisa mengabaikan fakta ini bukan?
Di sinilah kehadiran sertifikasi RSPO dibutuhkan. Bukan hanya bagi produsen, tetapi juga untuk perusahaan lain yang terlibat dalam rantai suplai minyak sawit. Lebih lanjut, inilah alasan mengapa SCC berperan penting dalam industri kelapa sawit.
1. Pengakuan atas kredibilitas perusahaan
SCC menjadi bagian tak terpisahkan dari pengakuan atas kredibilitas perusahaan dalam upaya menggunakan minyak sawit berkelanjutan.
Dengan begitu, citra dan reputasi perusahaan pun meningkat di mata sesama pelaku industri, pemerintah, LSM, dan tentu saja masyarakat. Sebagai konsumen yang sadar lingkungan, masyarakat mampu memilih dan mau membeli produk bersertifikasi karena sudah terinformasi dengan baik.
2. Mendapat akses pasar nasional dan internasional lebih mudah
Dengan tersertifikasi SCC, produk sawit perusahaan Anda akan lebih mudah mengakses pasar nasional. Apalagi, jika perusahaan sudah mengantongi ISPO dan RSPO sekaligus, tentu lebih mudah untuk masuk ke pasar sawit berbeda, termasuk di pasar global.
Seperti diketahui, RSPO menerapkan standar global yang berlaku sama untuk produk minyak sawit berkelanjutan. Beberapa negara mengacu pada RSPO saat mengimpor sawit, misalnya negara-negara Eropa. Jika produk Anda sudah tersertifikasi, keran ekspor pasti terbuka lebar.
3. Memperoleh harga premium
Alasan lain mengapa Anda perlu segera melakukan SCC adalah harga jual yang meningkat. Buyer rela membayar harga lebih tinggi untuk produk minyak sawit dan turunannya yang diproduksi secara bertanggung jawab.
Terlebih bagi mereka yang punya perhatian pada isu lingkungan dan sosial. Harga tinggi tidak masalah sepanjang mereka tahu produk Anda sudah tersertifikasi RSPO.
4. Menyebarluaskan praktik keberlanjutan
Begitu satu perusahaan mengantongi SCC, mereka akan mendorong organisasi atau perusahaan lain yang berada di bagian hilir proses produksi untuk mendapatkan sertifikasi serupa.
Selain itu, SCC mempermudah perkebunan dan semua pelaku usaha dalam rantai suplai sawit berkelanjutan menerapkan secara konsisten prinsip keberlanjutan sesuai RSPO, serta bertanggung jawab sesuai standar serupa.
Dengan demikian, langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya menyebarluaskan praktik dan klaim berkelanjutan dari industri hulu hingga hilir sebelum akhirnya tiba ke tangan konsumen.
5. Dapat memakai merek dagang RSPO
Kehadiran SCC memungkinkan perusahaan maupun pelaku usaha dalam industri sawit berkelanjutan untuk memakai merek dagang RSPO. Hal ini pun sudah dijelaskan secara spesifik dalam Peraturan RSPO mengenai Market Communications and Claims Document., baik untuk bisnis ke bisnis (B2B) maupun komunikasi bisnis ke konsumen (B2C).
Pendek kata, Anda dapat memakai logo dan merek dagang RSPO untuk tujuan promosi. Namun, pastikan lebih dulu sertifikat SCC telah dipegang.
Anda juga sebaiknya sudah menandatangani dokumen Perjanjian Lisensi Merek Dagang RSPO sebagai tanda persetujuan untuk mematuhi semua peraturan yang telah ditentukan. Adapun dokumen itu akan Anda terima setelah terdaftar menjadi anggota RSPO.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kepemilikan sertifikasi RSPO SCC menunjukkan komitmen perusahaan Anda dalam mematuhi standar produksi minyak sawit berkelanjutan.
Ingin mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi RSPO? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Masih bingung dengan syarat dan prosedur Serfikasi RSPO? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau 0819-1880-0007. Jangan tunda untuk melakukan Sertifikasi RSPO