Melakukan sertifikasi RSPO Supply Chain Certification jadi bagian penting ketika perusahaan Anda ingin melakukan perdagangan sawit. Begini penjelasannya.
Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification atau RSPO SCC masuk dalam salah satu persyaratan buyer untuk perusahaan industri bahan baku minyak sawit yang berniat mendapatkan pesanan atau kontrak. Mengapa isu ini mengemuka?
Semua tidak lepas dari dorongan konsumen. Mereka hanya ingin mengonsumsi produk Crude Palm Oil (CPO)/Palm Kernel Oil (PKO) serta turunannya jika bersumber dari perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan legal. Sikap tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya kesadaran lingkungan masyarakat, khususnya soal penurunan kualitas dan luas hutan alam.
Keberadaan minyak sawit memang tidak bisa dilepaskan dari isu penggundulan hutan, terganggunya habitat flora dan fauna, dan penyempitan lahan hutan alam secara masih dalam beberapa dekade terakhir.
Padahal, minyak sawit masih jadi primadona dibandingkan minyak nabati lain.
Minyak multiguna ini menjadi bahan baku bagi banyak produk yang Anda pakai sehari-hari. Mulai dari makanan, pembersih rumah tangga, kosmetik, sampai perawatan tubuh. Sekalipun minyak nabati lain digadang-gadang bisa jadi pengganti minyak sawit, fakta di lapangan menunjukkan ada ketimpangan dari segi efektivitas dan efisiensi produksi.
Maka, menggalakkan industri minyak sawit berkelanjutan jadi solusi terbaik agar masyarakat dapat mengonsumsi produk minyak sawit dan turunannya secara aman. Itulah mengapa selain sertifikat terkait produksi dan pengolahan, sertifikasi RSPO yang berhubungan dengan rantai suplai juga penting dimiliki perusahaan.
Apa Itu Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification?
Sertifikasi RSPO memiliki dua jenis sertifikasi. Badan sertifikasi yang independen dan telah disahkan oleh RSPO dapat membantu pengurusan salah satu atau kedua jenis sertifikasi tersebut.
Sertifikat pertama ditujukan kepada produsen. Fokus penilaian ada pada verifikasi praktik Prinsip dan Kriteria RSPO dalam proses produksi minyak sawit berkelanjutan.
Sementara, sertifikat kedua ditujukan kepada perusahaan lain yang terlibat sepanjang rantai suplai minyak sawit. Dengan begitu perusahaan dapat meyakinkan pasar bahwa klaim penggunaan minyak sawit berkelanjutan itu legal.
Sertifikat kedua inilah yang disebut sebagai Supply Chain Certification atau SCC. Sebagai bagian dari skema RSPO, SCC diberikan untuk menegaskan pelabelan produk minyak sawit yang diproduksi sesuai komitmen terhadap prinsip dan kriteria RSPO. Namun, fokus utama ada pada upaya mengontrol aliran produk yang telah bersertifikat di segala lini rantai suplai.
Berbeda dengan sertifikat pertama, auditor melalui badan sertifikasi yang ditunjuk akan menilai kegiatan pengadaan, pemrosesan atau pengolahan, penghitungan volume, kegiatan penjualan, serta proses pelabelan materi bersertifikat. Semua demi memastikan apakah klaim dan merek dagang RSPO sudah sesuai dan berintegritas.
Apa Fungsi Supply Chain Certification?
Dengan mengantongi SCC, perusahaan dapat membuktikan bahwa semua kegiatan operasional yang dilakukan telah mematuhi peraturan RSPO. Terdapat empat sistem rantai suplai yang dirancang RSPO, yaitu:
- Identity Preserved (IP), minyak sawit berkelanjutan berasal dari satu sumber bersertifikat yang bisa diidentifikasi, serta disimpan terpisah dari minyak sawit biasa dalam rantai suplai.
- Segregated (SG), minyak sawit berkelanjutan yang diperoleh dari berbagai sumber tersertifikasi untuk kemudian disimpan terpisah dari minyak sawit biasa dalam rantai suplai.
- Mass Balance (MB), minyak sawit berkelanjutan yang didapat dari sumber bersertifikat lalu dicampur dengan minyak sawit biasa dalam rantai suplai.
- Book & Claim (B&C), rantai suplai minyak sawit keberlanjutan tidak dipantau atau dimonitor. Produsen dan pengecer membelinya secara kredit dari penanam maupun petani swadaya yang telah bersertifikasi RSPO.
Tiga sistem pertama mengikuti bentuk fisik minyak sepanjang rantai suplai. Ketiga sistem fisik ini akan memiliki persyaratan atau requirements tersendiri. Proses sertifikasi melibatkan satu atau lebih pemeriksaan untuk memverifikasi apakah temuan yang diperoleh relevan dengan persyaratan yang ada.
Sementara itu, rantai suplai keempat berlaku berdasarkan sertifikat dagang minyak sawit tersebut. Jadi, proses audit tidak akan memantau atau menelusuri asal usul minyak sawit lewat rantai suplainya.
Apakah perusahaan saya membutuhkan SCC?

Jika perusahaan Anda melakukan aktivitas berikut: penyimpanan, pengangkutan, perdagangan, pemurnian, dan pemrosesan kemasan atau label produk minyak sawit berkelanjutan, maka harus mengikuti sertifikasi RSPO SCC. Apalagi, ketika Anda ingin membuat klaim produk yang berkaitan dengan sertifikasi CPO/PKO serta turunannya.
Namun, persyaratan sertifikasi ini tidak berlaku pada perusahaan retail. Terutama pada perusahaan yang tidak melakukan kegiatan produksi, modifikasi, pengemasan atau pelabelan kembali barang konsumen dengan berbagai cara.
Secara umum, sertifikasi ini berlaku selama satu tahun. Jika perusahaan dapat menunjukkan data bahwa mereka telah membeli minyak sawit dalam jumlah kurang dari 500 ton per tahun, sertifikasi tersebut dapat berlaku selama tiga tahun.
Satu catatan lagi, perusahaan yang ingin melakukan proses SCC harus sudah berstatus sebagai anggota RSPO. Ketentuan berikutnya juga berlaku, antara lain:
- Jika perusahaan Anda mempekerjakan subkontraktor atau penyedia layanan untuk melakukan prosedur (penyimpanan, pengemasan, transportasi), pastikan pihak ketiga mematuhi peraturan sesuai kontrak berlaku. Kalau tidak, Anda dapat meminta pihak ketiga memperlihatkan sertifikasi miliknya.
- Bagi perusahaan yang memiliki multi-site, aturan umum berlaku adalah setiap site wajib disertifikasi terpisah. Namun, ada syarat tertentu yang bisa diberlakukan bagi perusahaan dengan multi-site untuk memperoleh satu sertifikasi saja. Hubungi badan sertifikasi Anda untuk informasi lebih lanjut.
Apa Saja Panduan Check List yang Perlu Dicermati?
Setelah Anda memilih badan sertifikasi sebagai auditor, persiapan berikutnya adalah memastikan seluruh data yang dibutuhkan telah tersedia. Pelajari juga persyaratan apa saja yang diinformasikan oleh auditor, termasuk antisipasi kunjungan auditor ke bagian pengadaan, pengolahan, dan penjualan.
Berikut panduan check list apa saja yang perlu Anda penuhi sebelum bersiap untuk melakukan sertifikasi RSPO SCC.
1. Identifikasi produk (IP, SG)
Semua bahan dari sumber yang tersertifikasi harus ditandai agar tidak tercampur dengan bahan lain. Sebaiknya perusahaan Anda memang sudah memiliki prosedur ketat untuk proses identifikasi dan penelusuran produk minyak sawit.
2. Pemrosesan terpisah (IP, SG)
Pastikan Anda sudah mempunyai prosedur terkait pemrosesan kebutuhan produk bersertifikat dan non-sertifikasi secara terpisah. Pengendalian dan pengelolaan secara ketat harus ada serta terdokumentasi baik guna mencegah pencampuran kedua produk minyak sawit tersebut.
3. Pemrosesan tercampur (MB)
Produk bersertifikat dan non-sertifikasi dicampurkan dalam sistem MB. Maka, perusahaan harus memastikan sudah ada pengontrolan ketat hingga level manajemen fasilitas guna menghindari overselling.
4. SDM dan pelatihan (IP, SG, MB)
Perwakilan manajemen harus bertanggung jawab dan berwenang dalam memastikan semua elemen perusahaan telah menaati persyaratan SCC dari RSPO. Pelatihan memadai secara berkala penting dilakukan agar semua staf memahami apa tugas dan tanggung jawab masing-masing.
5. Dokumentasi dan pengarsipan (IP, SG, MB)
Seluruh dokumen dan pengarsipan harus disimpan per lima tahun sehingga dapat diperiksa oleh auditor. Beberapa jenis dokumentasi yang harus Anda penuhi antara lain:
- Prosedur identifikasi dan hal terkait lainnya sesuai skala operasi perusahaan
- Catatan terkait transaksi pembelian, penjualan, penerimaan, dan pengiriman per tiga bulan
- Catatan terkait stok bahan mentah maupun produk jadi
- Catatan terkait sumber dan volume bahan baku produk olahan
- Arsip berbagai pelatihan yang pernah, sedang, dan akan diikuti staf.
Baca juga: Lembaga Pelatihan dengan Metode Terbaru Paling Diminati
Ingin mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi RSPO? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Masih bingung dengan syarat dan prosedur Serfikasi RSPO? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau 0819-1880-0007. Jangan tunda untuk melakukan Sertifikasi RSPO.