Mutu Institute menyediakan pelatihan K3, terutama demi efektifitas inspeksi K3. Nah, seperti apakah tahapan Inspeksi K3 yang harus jadi perhatian?
Perkara K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagi pekerja tidak hanya mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi. Agar Standar Sistem Manajemen K3 diterapkan secara konsisten, Inspeksi K3 secara berkala pun harus dilakukan.
Ibarat audit perusahaan, inspeksi ini ada untuk memastikan hak-hak dasar pekerja tetap terpenuhi. Terlebih lagi, bila mereka sering berada di lingkungan kerja berisiko tinggi atau berbahaya.
Nah, apa sajakah tahapan Inspeksi K3 yang harus diperhatikan?
Baca juga: Apa Itu Inspeksi K3? Apa Saja Tugasnya?
Tahapan Inspeksi K3 yang Harus Menjadi Perhatian Supervisor:
Inilah beberapa tahapan inspeksi K3 tersebut:
1. Tahap persiapan
Dalam tahap ini, beberapa yang harus dipersiapkan adalah:
- Jadwal dan tim inspeksi
- Peta dan jalur-jalur inspeksi berdasarkan denah lokasi kerja
- Potensi bahaya yang diinspeksi, seperti mesin, peralatan, material, hingga prosedur kerja
- Standar, peraturan, hingga prosedur kerja yang berlaku
- Laporan inspeksi sebelumnya, termasuk data kecelakaan kerja bila ada
- Laporan pemeliharaan
- Daftar hal-hal yang menjadi fokus inspeksi
- Alat Perlindungan Diri (APD) selama inspeksi berlangsung
2 Tahap pelaksanaan
Setelah tahap persiapan selesai, inilah tahap pelaksanaan inspeksi K3:
- Mengonfirmasi penanggung jawab lokasi yang akan diinspeksi mengenai jadwal inspeksi
- Berusaha mengikuti peta dan denah yang sudah disiapkan pada tahap persiapan
- Mengamati rangkaian proses kerja untuk memastikan tidak ada pelanggaran terkait standar K3
- Mengamati tindakan dan perilaku setiap pekerja untuk memastikan mereka mematuhi standar K3
- Mengumpulkan data dan memeriksa kembali sesuai data inspeksi yang sudah dibuat. Data yang sudah terkumpul saat itu bersifat permanen dan tidak boleh dipertimbangkan ulang selama inspeksi berlangsung. Bila kemudian harus ada perubahan, data dapat ditambahkan sebelum inspeksi selanjutnya. Misalnya: mengenai perubahan prosedur kerja.
- Melakukan perbaikan sementara bila melihat adanya potensi bahaya yang membutuhkan perubahan sementara dan darurat.
3. Tahap pencatatan hasil observasi
Untuk tahap ini, yang harus jadi perhatian supervisor saat melakukan tahapan inspeksi K3 adalah sebagai berikut:
- Memperkirakan besarnya konsekuensi yang diakibatkan risiko atau bahaya bila sampai terjadi kecelakaan. Dalam hal ini, potensi bahaya dibagi menjadi empat, yaitu katastropik, kritis, kecil atau ringan, hingga yang dapat diabaikan. Katastropik adalah yang terparah karena dapat menimbulkan kematian pekerja.
- Memperkirakan kemungkinan terjadinya kecelakaan atau potensi bahaya sehingga dapat mengambil keputusan atau merencanakan tindakan pencegahan. Potensi kecelakaan juga dapat dibagi menjadi empat, yaitu: (a) cenderung dapat segera terjadi, (b) kemungkinan bisa terjadi dalam waktu tertentu, (c) kemungkinan bisa terjadi dalam waktu tertentu, meskipun dalam skala lebih kecil (tidak seberbahaya potensi b), dan (d) cenderung tidak akan terjadi atau bisa diabaikan.
4. Tahap pelaporan
Dalam tahap ini, ada tiga macam laporan terkait dengan tahapan inspeksi K3yang harus dibuat, yaitu:
- Laporan keadaan darurat
Laporan ini mencakup bahaya kritis dan harus dibuat sebelum kecelakaan kerja terjadi atau sesaat sesudah pelaksanaan inspeksi K3.
- Laporan berkala
Laporan mengenai potensi bahaya, meskipun tidak termasuk darurat atau kritis. Laporan dapat dibuat dalam waktu 24 jam sesudah pelaksanaan inspeksi K3.
- Laporan ringkas
Laporan ini berupa kesimpulan ringkas dari semua laporan terdahulu (sebelum pelaksanaan inspeksi K3terkini).
Pelaksanaan tahapan inspeksi K3 dapat dilakukan dalam waktu mendadak (misalnya: begitu ada kabar terjadinya kecelakaan di tempat kerja). Selain itu, inspeksi ini juga dapat dilakukan secara berkala atau terjadwal, misalnya setiap bulan atau per tahun.
Intinya, inspeksi ini tidak berusaha mencari-cari kesalahan pihak tertentu, melainkan demi keamanan dan keselamatan semua pekerja, terutama di lingkungan kerja yang berisiko tinggi.
Mutu Institute juga menyediakan pelatihan K3, terutama demi efektifitas tahapan inspeksi K3.
Ingin mengikuti Pelatihan/Training? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau . Ikuti Training sesuai kebutuhan Anda Bersama Kami. Anda dapat mengajukan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan maupun individu. Hubungi Mutu Institute sekarang juga. Follow juga Instagram Mutu Institute di @mutu_institute untuk update pelatihan lainnya.
Sumber:
https://www.safetysign.co.id/news/310/6-Poin-Penting-Tentang-Inspeksi-K3-yang-Harus-Diketahui-Supervisor
https://mutuinstitute.com/post/manfaat-lembaga-inspeksi-melakukan-akreditasi-iso-17020/