Dalam upaya menerapkan sistem keamanan data perusahaan, Anda harus paham apa itu ISMS ISO 27001. Berikut penjelasannya!
Ketika data atau informasi telah menjadi hal penting atau kritikal bagi sebuah organisasi atau perusahaan, itu artinya perlu ada sistem manajemen yang memantau keamanannya. Karena bagaimanapun, saat ini juga telah berkembang berbagai jenis kejahatan digital yang bukan tidak mungkin akan mengancam keberadaan data-data penting tersebut.
Itulah mengapa sebuah organisasi perlu menerapkan sistem manajemen keamanan informasi berbasis pada standar ISO 27001. Tak lain, agar perusahaan bisa memiliki acuan sesuai standar internasional terkait cara pengelolaan risiko keamanan informasi.
ISO 27001 Information Security Management System
Bicara soal keamanan data berbasis teknologi informasi dan komunikasi pasti tidak pernah lepas dari ISO 27001. Bisa dibilang, standar ini telah menjadi ikon sekaligus best practice dalam hal pengelolaan risiko keamanan informasi yang berlaku di seluruh dunia.
Terlebih, standar ini memang diperuntukkan untuk semua jenis organisasi, entah itu instansi pemerintah, perusahaan komersial, organisasi non-profit, bisnis mikro hingga multinasional, serta semua bidang industri. Faktanya, standar ini tak hanya digunakan dalam dunia bisnis, tetapi juga di ranah pendidikan, kesehatan, pertahanan, pemerintahan, perbankan, dan retail.
Menilik pada sejarah, cikal bakal dari standar ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1995. Tepatnya, berasal dari Institut Standard Britania (BSI) yang telah memperkenalkan standar manajemen informasi BS 7799 untuk pertama kali.
Kemudian, di tahun 2005, lembaga International Organization for Standardization (ISO) bersama dengan International Electrotechnical Commision (IEC) turut menerbitkan standar serupa yang diberi nama ISO/IEC 27001:2005. Hingga di tahun 2013, standar manajemen keamanan informasi ini dirilis ulang dalam versi yang telah diperbarui, yaitu ISO/IEC 27001: 2013.
Singkatnya, ISO 27001 merupakan standar yang berisi acuan dan panduan terkait cara mengelola dan mengendalikan risiko keamanan informasi atau yang lazim dikenal dengan Information Security Management Systems (ISMS).
ISMS sendiri dapat diartikan sebagai sebuah proses identifikasi dan pengelolaan sistem manajemen, guna meminimalkan risiko keamanan hingga pada tingkat batas tertentu (risk appetite).
Sebagai sebuah sistem yang mengatur masalah keamanan informasi, tentu di dalamnya akan selalu berhubungan dengan berbagai data, sistem IT, kebijakan dan regulasi, infrastruktur, serta sumber daya manusia.
Aspek-aspek tersebut harus diperhatikan secara saksama hingga bisa menjadi sebuah rangkaian yang padu dan efektif dalam mengelola keamanan informasi.
Secara umum, tujuan penerapan ISMS adalah untuk menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Lebih lengkapnya, berikut penjelasannya;
Kerahasiaan
Penerapan ISMS bertujuan untuk memastikan bahwa data atau informasi yang ada bisa senantiasa terpantau dan dijamin kerahasiaannya. Dalam praktiknya, perusahaan atau organisasi bisa melakukan klasifikasi data terlebih dulu, mana yang sifatnya rahasia, umum/biasa, atau bahkan sangat rahasia. Untuk data atau informasi rahasia/sangat rahasia, pengawasan harus lebih ketat karena hanya boleh diakses oleh orang tertentu atau pihak yang berwenang.
Integritas
Selain untuk menjaga kerahasiaan data, ISMS juga bertujuan untuk memastikan bahwa informasi atau data tetap dalam kondisi aman, lengkap, dan akurat. Dalam artian, data tidak dimodifikasi oleh pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab. Untuk memastikannya, Anda bisa memberi ID khusus bagi karyawan yang boleh mengakses data tersebut.
Ketersediaan
Dalam hal ini, ISMS juga bertujuan untuk memastikan bahwa data atau informasi bisa selalu tersedia dan dapat dengan mudah diakses kapan saja sesuai kebutuhan. Usahakan perusahaan bisa menyiapkan lokasi penyimpanan informasi/data yang aman dari berbagai gangguan, entah itu pencurian, cyber-attack, ataupun bencana alam dan lainnya.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, ISMS diterapkan dengan model empat langkah, yaitu Plan, Do, Check, dan Action (PDCA). Model PDCA sendiri memang lazim dikenal sebagai skema untuk pemecahan masalah ataupun pengendalian kualitas kerja sebuah organisasi.
Model kerja ini akan diawali dengan tahap identifikasi masalah yang kemudian dilanjutkan dengan perencanaan. Tahap selanjutnya, perusahaan bisa melakukan uji coba atau penerapan rencana dalam skala kecil guna mengukur hasilnya sesuai atau tidak.
Setelah uji coba, tim bisa melakukan tahap pengecekan atau memeriksa apakah proses telah berjalan sesuai rencana. Kalaupun ada hambatan atau kesalahan, ini juga perlu dicatat dan dievaluasi guna menghindari terjadinya kesalahan baru atau serupa.
Terakhir, tindak lanjut. Dalam artian, jika pada ketiga tahap tersebut hasilnya memuaskan, maka ini bisa dikembangkan dan dilakukan kembali.
Namun, jika masih terdapat kesalahan atau masalah, maka tim harus segera memperbaiki dan mencanangkan kembali dalam versi yang telah diperbarui. Untuk kemudian, hasil dari skema PDCA ini akan menjadi standar baru di perusahaan atau organisasi tersebut.
Manfaat Penerapan ISMS ISO 27001 Bagi Perusahaan
Sekilas, penerapan sistem manajemen keamanan informasi sesuai standar ISO 27001 memang tidaklah mudah. Namun, ketika telah berhasil dilakukan, akan ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan. Berikut beberapa di antaranya;
1. Patuh terhadap Persyaratan Hukum
Perlu diketahui bahwa ada beberapa aturan hukum yang berhubungan dengan masalah keamanan informasi. Misalnya saja, Undang-Undang ITE dan Permenkominfo No.4 tahun 2006 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi.
Dengan adanya aturan tersebut, perusahaan atau organisasi dituntut untuk memiliki sistem keamanan data dalam kinerja operasionalnya.
Ini penting tidak saja untuk mentaati peraturan, tetapi juga untuk kepentingan keamanan data internal perusahaan itu sendiri. Karenanya, menerapkan ISO 27001 adalah pilihan tepat sebagai bentuk ketaatan terhadap persyaratan hukum.
2. Organisasi Menjadi Lebih Baik
Dalam realitanya, ketika perusahaan menerapkan ISO 27001, ini juga akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas budaya kerja. Hal ini sebenarnya telah tergambar jelas dalam konsep atau model PDCA yang juga menjadi landasan dari penerapan ISMS ISO 27001.
Dalam setiap proses tahapan PDCA, semua pihak yang terlibat dituntut untuk aktif berpartisipasi dan bekerja sama. Hingga kemudian, setelah proses tersebut berakhir akan muncul standar atau cara kerja baru yang bisa diterapkan dengan harapan hasilnya akan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
3. Meminimalisasi Pengeluaran atau Biaya
Salah satu tujuan penerapan ISMS adalah untuk mencegah terjadinya masalah, gangguan, atau insiden keamanan informasi. Yang jika hal tersebut sampai terjadi, tentunya perusahaan pasti membutuhkan biaya besar untuk mengatasinya.
Karena itulah, akan lebih baik jika perusahaan berinvestasi dengan menerapkan ISO 27001 dibandingkan harus rugi dan keluar biaya besar untuk mengatasi masalah keamanan data. Apalagi, biaya penerapan ISMS terbilang lebih kecil sehingga pastinya perusahaan bisa menghemat biaya pengeluaran.
4. Citra Positif dan Keuntungan Pemasaran
Faktanya, sertifikat ISO 27001 seringkali menjadi tanda atau indikator bahwa perusahaan/organisasi tersebut telah mampu menerapkan sistem manajemen keamanan informasi dengan baik.
Secara tidak langsung, ini akan berimbas pada terciptanya citra positif, entah itu bagi pelanggan, klien, investor, ataupun stakeholder terkait. Hingga akhirnya, citra positif ini akan mampu meningkatkan pemasaran dan keuntungan bagi perusahaan.
Nah, itulah berbagai informasi penting terkait ISMS ISO 27001 yang perlu Anda ketahui. Bagi organisasi yang tertarik untuk menerapkannya, bisa menggunakan jasa konsultan ISO seperti Mutu Institute. Dengan didampingi ahli-ahli berpengalaman, dijamin, proses penerapan ISMS akan lebih mudah, terarah, dan terencana.
Ingin mengikuti Pelatihan/Training? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau . Follow juga Instagram Mutu Institute di @mutu_institute untuk update pelatihan lainnya.