Apa Itu RSPO? Simak Cara Mendapat Sertifikasi & Tempat Pelatihan

Apa itu RSPO? Bagaimana cara mendapat sertifikasi & tempat pelatihan RSPO terbaik? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Banyak orang bertanya apa itu RSPO? Apakah sertifikasi RSPO penting? Ya, sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil sangat penting dalam mewujudkan industri berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Mengingat Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki peran vital dalam industri minyak sawit di dunia, pemerintah terus mendorong pengusaha sawit untuk melakukan sertifikasi RSPO.

Hal tersebut tidak hanya dilakukan untuk mendukung jalannya industri hijau, melainkan juga untuk melancarkan laju ekspor minyak sawit. Lantas, apa sebenarnya RSPO? Supaya Anda lebih mudah memahaminya, simak penjelasan singkatnya berikut ini.

 

Apa Itu RSPO?

RSPO adalah asosiasi nirlaba yang tergabung dari beragam organisasi bertujuan sama. RSPO menyatukan pengemban kepentingan dari tujuh sektor industri minyak sawit, yaitu produsen, pedagang, pengecer, barang produksi, LSM sosial, LSM pelestarian lingkungan, bank, dan investor.

Pendirian RSPO dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mengenai dampak buruk akibat pesatnya industri kelapa sawit terhadap lingkungan. Mulai dari terancamnya keanekaragaman hayati, peningkatan efek rumah kaca, hingga permasalahan sosial.

Hal tersebut mendorong World Wide Fund for Nature (WWF) melakukan eksplorasi akan kemungkinan pengelolaan minyak sawit berkelanjutan di tahun 2001.

Eksplorasi ini menghasilkan kerja sama informal antara WWF dengan sejumlah pihak, yakni Golden Hope Plantations Berhad, Aarhus United UK Ltd, Sainsbury’s, Malaysian Palm Oil Association, Migros Switzerland, dan Unilever di tahun 2002.

Dua tahun kemudian, Roundtable on Sustainable Palm Oil dibentuk sebagai tanggapan terhadap dorongan global mengenai pengelolaan minyak sawit berkelanjutan.

Anggota pendiri RSPO adalah Worldwide Fund for Nature (WWF), Aarhus United UK Ltd., Karlshamns AB (Swedia), Malaysian Palm Oil Association (MPOA), Migros Genossenschafts Bund (Switzerland), dan Unilever NV (Netherlands).

Baca juga: Wajib! Segera Miliki Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit

Sejumlah organisasi, seperti The Body Shop (UK), Golden Hope Plantations Berhad (Malaysia), Pacic Rim Palm Oil Ltd (Singapore), dan Loders Croklaan (Netherlands) juga turut aktif di Dewan Eksekutif sejak awal pembentukan RSPO.

 

Tujuan RSPO

Apa-Itu-RSPO-?-Simak-Cara-Mendapat-Sertifikasi-&-Tempat-Pelatihan

Berkantor pusat di Zurich, Swiss, RSPO juga memiliki kantor sekretariat di Kuala Lumpur dan kantor perwakilan di Jakarta. Bersama para pengemban kepentingan, RSPO berfokus untuk mengembangkan serta mempromosikan pertumbuhan dan penggunaan produk minyak sawit berkelanjutan melalui standar global yang terjamin kredibilitasnya.

Dengan mempromosikan dan menerapkan praktik produksi berkelanjutan serta menjamin bahwa tidak ada kawasan konservasi tinggi atau hutan primer baru dikorbankan hanya untuk perkebunan kelapa sawit, RSPO ingin melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi deforestasi, dan menghargai kehidupan masyarakat yang tinggal di pedesaan di negara penghasil minyak sawit.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, RSPO tidak hanya terlibat secara proaktif dengan perusahaan saja, melainkan juga dengan seluruh rantai suplai, termasuk petani kelapa sawit, pengolah sawit, pengecer, pemerintah, konsumen, LSM, dan investor.

Berkomitmen penuh untuk perubahan pasar dengan menetapkan standar minyak sawit berkelanjutan, RSPO bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Terhitung sejak Juni 2012, lebih dari sembilan ratus perusahaan di lima puluh negara di dunia telah bergabung dengan RSPO. Perusahaan yang telah tersertifikasi RSPO tidak hanya diakui secara internasional, tetapi juga mendapatkan berbagai keuntungan, seperti akses pasar yang lebih luas baik dalam negeri maupun luar negeri serta menggunakan merek dagang RSPO.

Merek Dagang RSPO sendiri baru diperkenalkan ke publik pada tahun 2011. Setiap anggota RSPO harus menunjukkan komitmen terhadap produk minyak sawit berkelanjutan dengan menggunakan bahan yang berasal dari tiga rantai suplai, yakni Identity Preserved, Segregated, dan Mass Balance.

Dengan merek dagang RSPO, konsumen akan mengetahui bahwa produk kelapa sawit tersebut berasal dari produsen atau perusahaan yang peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Sementara bagi produsen, merek dagang RSPO dapat memudahkan jalan ekspor komoditas kelapa sawit ke pasar Eropa.

Tak hanya itu saja, RSPO juga aktif melibatkan lembaga pelestarian alam untuk meningkatkan standar pengelolaan area hijau di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Hal ini bukan hanya menghindarkan perusahaan dari sengketa hukum yang berkaitan dengan penggunaan area konservasi tinggi ataupun perkara pengolahan limbah, tetapi juga meningkatkan rasa aman perusahaan selama produksi berlangsung.

Lantaran melibatkan langsung kualitas pemberdayaan masyarakat sekitar lahan perkebunan kelapa sawit, hal ini secara tidak langsung dapat meminimalisasi peluang terjadinya sengketa sosial dengan masyarakat setempat. Namun, tanpa adanya hubungan baik dengan masyarakat di sekitar kawasan tersebut, perusahaan akan kesulitan memperoleh sertifikasi RSPO.

 

Kewajiban Sertifikasi RSPO Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Setelah mengetahui apa itu RSPO, Anda akan lebih mudah memahami kewajiban sertifikasi perusahaan kelapa sawit. Di Indonesia sendiri, RSPO sifatnya sukarela. Dengan kata lain tidak diwajibkan layaknya Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang memang sifatnya mandatory (wajib) sehingga harus dilakukan oleh seluruh perkebunan sawit di Indonesia.

Dibandingkan RSPO, sertifikasi ISPO dianggap lebih kuat dalam menjawab persoalan mengenai status legalitas perusahaan kelapa sawit dan praktik lingkungan. Sementara sertifikasi RSPO dianggap mampu memberikan keyakinan pada pasar mengenai kelapa sawit ramah lingkungan.

Kendati seluruh perusahaan kelapa sawit di Indonesia wajib mengantongi ISPO, sertifikasi ini tidak diakui dunia. Dengan kata lain, sertifikasi RSPO sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin menjual produknya ke pasaran Eropa.

Keberadaan RSPO dianggap sebagai bagian penting dalam memajukan industri kelapa sawit di Indonesia. Pasalnya, secara tidak keberadaan RSPO turut mendorong produsen dalam negeri untuk memproduksi minyak sawit berkelanjutan agar bisa masuk perdagangan global. Produk yang ditandai logo RSPO akan dikenal sebagai produk berkelanjutan yang terstandarisasi.

Produsen atau perusahaan kelapa sawit yang sudah mengantongi sertifikasi RSPO wajib memenuhi delapan prinsip, yakni:

  • Berkomitmen tinggi terhadap transparansi.
  • Patuh terhadap hukum dan peraturan berlaku.
  • Memiliki komitmen untuk keberlangsungan ekonomi dan keuangan jangka panjang.
  • Menggunakan praktik terbaik yang sesuai pabrik dan petani.
  • Bertanggung jawab terhadap lingkungan, konservasi sumber daya alam, dan keanekaragaman hayati.
  • Menerapkan dasar pertimbangan bertanggung jawab atas karyawan, individu, dan masyarakat yang memiliki pengaruh terhadap petani maupun pabrik.
  • Berkomitmen dan bertanggung jawab atas pengembangan, penanaman baru, dan meningkatkan kegiatan di kawasan tersebut.

 

Syarat & Prosedur Sertifikasi RSPO

Apa-Itu-RSPO-?-Simak-Cara-Mendapat-Sertifikasi-&-Tempat-Pelatihan

Bagaimana cara mendapat sertifikasi & tempat pelatihan RSPO? Pada dasarnya, untuk mendapatkan sertifikasi RSPO, Anda harus memenuhi syarat dan prosedur yang berlaku. RSPO memiliki tiga skema dasar sertifikasi, yakni standar, akreditasi, dan persyaratan proses.

Sertifikasi standar merupakan proses untuk menentukan syarat serta aturan yang harus dipenuhi selama pemeriksaan berlangsung sesuai dengan prinsip dan kriteria RSPO (PnC).

Sementara akreditasi digunakan untuk memastikan kompetensi perusahaan atau organisasi yang mengajukan sertifikasi RSPO.

Persyaratan proses menjadi sertifikasi yang dinilai paling sulit. Tak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan. Pasalnya, RSPO memiliki sistem yang terstandar, terukur, dan mendetail sehingga proses sertifikasi dilakukan secara konsisten dan kredibel.

Syarat yang Harus Dipenuhi Agar Lolos Sertifikasi RSPO

Untuk melaksanakan usaha perkebunan sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan, RSPO memiliki delapan prinsip dan tiga puluh sembilan kriteria. Adapun delapan prinsip tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Komitmen Terhadap Transparansi

Berkomitmen penuh terhadap transparansi informasi mengenai status hukum, isu lingkungan, dan keadaan sosial di sekitar perkebunan sawit maupun pabrik yang relevan dengan kriteria RSPO dalam bentuk atau bahasa yang memadai. Prinsip ini juga memberikan kemudahan akses dokumen manajemen oleh publik, kecuali dokumen yang berstatus rahasia dagang.

  1. Taat Hukum

Perusahaan kelapa sawit harus menaati hukum dan aturan yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, pengusaha juga harus bisa membuktikan hak penggunaan tanah secara legal dan tidak melanggar atau menghilangkan hak adat pengguna lain tanpa persetujuan.

  1. Berkomitmen Terhadap Kelayakan Ekonomi dan Keuangan Jangka Panjang

Perusahaan kelapa sawit harus memiliki rencana manajemen jangka panjang, minimal tiga tahun. Rencana tersebut bertujuan untuk mencapai keamanan dari segi ekonomi dan keuangan.

  1. Menggunakan Praktik Terbaik

Perusahaan harus menerapkan prosedur operasi secara tepat yang kemudian dipantau secara konsisten. Selain itu, perusahaan juga harus menerapkan praktik terbaik untuk mempertahankan kesuburan tanah, menjaga kualitas dan ketersediaan air, meminimalisasi erosi, mengendalikan degradasi tanah, serta memberantas hama dengan teknik terpadu secara tepat tanpa membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Bila memungkinkan tidak hanya sekadar mempertahankan, melainkan juga meningkatkan kesuburan tanah hingga tingkat tertentu sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal dan berkelanjutan. Perusahaan juga harus memiliki rencana kesehatan serta keselamatan yang efektif.

  1. Tanggung Jawab Lingkungan, Konservasi Kekayaan Alam, dan Keanekaragaman Hayati

Perusahaan diwajibkan memiliki rencana untuk meminimalisasi pencemaran dan emisi, termasuk gas rumah kaca serta bertanggung jawab terhadap dampak negatif yang ditimbulkan akibat produksi.

Pihak pengelola juga dituntut bisa mengurangi dan mencegah risiko serta membuat rencana untuk mendorong dampak positif. Perusahaan harus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan untuk meminimalisasi terancamnya spesies langka dan kerusakan habitat konservasi tinggi.

Perusahaan wajib mengatur limbah produksi, membuang limbah produksi dengan cara yang tidak merusak lingkungan maupun sosial, melakukan daur ulang untuk digunakan kembali, dan tidak membakar hutan untuk membuka lahan ataupun melenyapkan limbah.

  1. Bertanggung Jawab Terhadap Karyawan, Masyarakat, dan Individu yang Terdampak Perkebunan Sawit

Selain menjunjung prinsip transparansi dengan pebisnis lokal dan petani, perusahaan kelapa sawit juga harus mampu mengidentifikasi dan mencegah dampak yang mungkin ditimbulkan akibat produksi serta berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan sekitar yang berkelanjutan.

Singkatnya, perusahaan harus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kelangsungan hidup serta kesejahteraan karyawan, masyarakat sekitar, maupun pihak terkait lainnya. Termasuk menerapkan kebijakan dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual atau kekerasan terhadap karyawan wanita dan melindungi hak reproduksinya.

  1. Pengembangan Perkebunan yang Bertanggung Jawab

Sebelum menetapkan wilayah produksi baru atau mengembangkan usaha, perusahaan wajib mengkajinya secara komprehensif. Baik lokasi kerja, survei tanah, maupun informasi mengenai topografi harus diintegrasikan ke dalam rencana operasi.

Jika perusahaan hendak mengakuisisi tanah, maka harus dilakukan tanpa paksaan. Kompensasi akuisisi tanah juga harus melalui proses Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) dan kesepakatan.

Selain itu, perusahaan juga diminta untuk menerapkan kebijakan mengenai tidak adanya penanaman baru, kecuali dalam keadaan tertentu dan menghindari penggunaan api untuk mempersiapkan lahan.

  1. Berkomitmen Terhadap Perbaikan Lingkungan Berkelanjutan

Perusahaan menjunjung tinggi komitmen untuk memperbaiki lingkungan secara berkelanjutan. Perusahaan juga harus memonitor dan mengkaji ulang kegiatan serta mengimplementasikan rencana yang bertujuan untuk memperkecil dampak negatif secara kontinu.

Artinya, selama pabrik beroperasi, perusahaan harus aktif melakukan pengawasan, pengkajian, dan menjalankan kegiatan konservasi lingkungan hidup di sekitar area usaha. Hal ini berkaitan erat dengan pengelolaan limbah, polusi, pembatasan emisi, dan isu sosial.

Prosedur Sertifikasi RSPO

Apa-Itu-RSPO-?-Simak-Cara-Mendapat-Sertifikasi-&-Tempat-Pelatihan

Sebenarnya cara mendapat sertifikasi & tempat pelatihan RSPO sangat mudah, asalkan Anda memenuhi prosedur yang berlaku. Pada prinsipnya, RSPO berbasis kinerja, bukan sistem manajemen maupun operasi layaknya lembaga bersistem verifikasi lainnya.

Prosedur sertifikasi RSPO sendiri memiliki beberapa tahapan, yakni:

  1. Pembentukan kelompok sertifikasi yang terdiri dari unit manager kelompok, peraturan tentang hak dan tanggung jawab, dan Internal Control System (ICS).
  2. Legalisasi kelompok
  3. Pengumpulan data dasar petani anggota yang meliputi status lahan, luas lahan, kondisi sosial, dan ekonomi petani.
  4. Pelatihan ICS dan anggota yang terdiri dari Group Certification System (GCS), P&C RSPO, Good Agricultural Practices (GAP), dan dokumentasi.
  5. Pemeriksaan internal dilakukan oleh ICS dan petani. Praktik yang dinilai tidak sesuai akan masuk dalam rencana perbaikan atau Correction Action Request (CAR).
  6. Perbaikan dilakukan oleh ICS bersama petani dengan pedoman P&C RSPO dan Good Agricultural Practies (GAP).
  7. Preaudit dilakukan ICS bersama auditor eksternal untuk mengecek ketidaksesuaian dengan P&C RSPO.
  8. Tahap pertama pelaksanaan perbaikan dilakukan ICS bersama petani untuk mengusahakan agar indikator mayor dapat terpenuhi.
  9. Setelah ICS menyatakan bahwa indikator mayor telah dipenuhi, manajer kelompok akan mengundang auditor eksternal untuk melakukan audit utama.
  10. Audit utama dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terdaftar RSPO. Manajer akan melaksanakan audit RSPO Standard for Group Certification, sedangkan audit Interpretasi Nasional ditujukan untuk anggota.

Rekomendasi Lembaga Pelatihan & Sertifikasi RSPO

Kendati tidak diwajibkan, pengusaha atau petani yang memiliki sertifikasi RSPO akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar lantaran harga jual produk lebih tinggi dibandingkan dalam negeri.

Maklum saja, hasil perkebunan kelapa sawit nantinya akan diekspor ke pasar global.

Bagi Anda yang tengah mencari informasi mengenai cara mendapat sertifikasi & tempat pelatihan sertifikasi RSPO, tersedia lembaga pelatihan profesional MUTU Institute yang siap membantu.

MUTU Institute menyediakan beragam layanan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan. Dengan pengalaman puluhan tahun dan didukung sumber daya manusia yang mumpuni serta kompeten di bidangnya, MUTU Institute akan memudahkan Anda mendapatkan sertifikasi RSPO.

Inovasi Learning Management System (LMS) MUTU Institute memungkinkan Anda untuk mendapatkan pelatihan secara offline maupun online.

Berbekal kurikulum menarik yang berimbang dengan tuntutan global dan kebutuhan organisasi serta didukung sistem pembelajaran dan pelatihan aktif, inovatif, dan interaktif, pelatihan akan terasa lebih menyenangkan.

Hal tersebut tidak hanya memudahkan penyerapan materi, melainkan juga efektif mencegah rasa jenuh selama pelatihan berlangsung.

MUTU Institute sendiri telah diakui sebagai lembaga pelatihan legal profesional dan dipercaya oleh banyak instansi pemerintahan, perguruan tinggi, BUMN, serta perusahaan swasta untuk memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan kompetensi.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai RSPO lengkap dengan cara mendapat sertifikasi & tempat pelatihan terpercaya yang direkomendasikan.

Ingin mengikuti Pelatihan dan  Sertifikasi RSPO? Belum dapat Lembaga Pelatihan yang terpercaya? Masih bingung dengan syarat dan prosedur Serfikasi RSPO? Segera hubungi kami melalui [email protected] atau 0819-1880-0007Jangan tunda untuk melakukan Sertifikasi RSPO

Baca juga: Syarat dan Tahap Pembuatan SPPL

-
people visited this page
-
spent on this page
0
people liked this page
Share this page on
Picture of Taufik Mutu Institute
Taufik Mutu Institute

Professional Trainer